| Sabtu, 19 Februari 2005 | SALA |
Meramal Curah Hujan ala KejawenURUSAN ramal-meramal cuaca ternyata tidak hanya monopoli Badan Metereologi Geofisika (BMG). Sebab ada cara tradisional untuk meramal curah hujan, yakni dengan cara Kejawen yang didasarkan pada patokan hari pertama jatuhnya awal bulan Sura. Cara itu banyak dijadikan patokan masyarakat agraris di pedesaan. Terkait dengan ramalan curah hujan versi Kejawen itu, berikut wawancara Suara Merdeka dengan pakar horoskop Kejawen Drs AK Djaelani, yang juga tokoh budayawan Jawa dan menjabat Sekretaris Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kabupaten Wonogiri, yang juga berprofesi sebagai dwija (guru) kursus pamedar sabda pranatacara (pidato dan protokol Jawa) di empat daerah Wonogiri, Sragen, Magetan, dan Ngawi. Untuk setahun mendatang ramalannya bagaimana? Begini, kiranya perlu dipahami lebih dulu kapan jatuhnya tanggal 1 Sura. Untuk 1 Sura Jimakir 1938 jatuh Kamis Pon (10/20), maka dalam kurun waktu setahun yang akan berjalan disebut sebagai tahun Respati Mintuna. Respati artinya Kamis, dan Mintuna artinya nama ikan Mimi. Menurut horoskop Kejawen, dalam setahun mendatang dapat dikatakan sebagai tahun ikan. Diprediksikan, sifat hujan setahun mendatang akan memberikan keselarasan ibarat ikan Mimi. Ikan Mimi adalah satwa air yang menjalani kehidupan secara serasi, selaras, dan senantiasa mesra. Keberadaannya sering dilukiskan sebagai idaman lambang supremasi kerukunan dalam perjodohan, sebagaimana terangkai dalam kalimat rukune lir pindha Mimi-Hamintuna (kerukunannya seperti kemesraan ikan Mimi yang sedang Hamintuna). Karena Jimakir 1938 ini masuk dalam kategori tahun ikan, maka sebagaimana diuraikan dalam buku Primbon Kejawen, secara umum curah hujannya diprediskikan cenderung normal atau sedang-sedang saja. Bagaimana petani harus menyikapinya? Karena diramalkan setahun mendatang curah hujannya cenderung normal dan tidak berlebihan, maka para petani bijaksana apabila menyikapi tahun Respati Mintuna ini dengan melakukan pengaturan pola tanam dengan senantiasa menyesuaikan dengan ramalan curah hujan, yang diprediksikan hanya akan berlangsung sedang-sedang. Pandai-pandailah memilih jenis komoditas tanaman pertanian yang cocok dengan situasi dan kondisi iklim dengan curah hujan yang hanya akan berlangsung normal-normal ini. Adakah makna lain dari tahun Respati Mintuna? Dalam sudut pandang spiritual, tahun Respati Mintuna akan memberikan makna lain. Yakni turunnya berkah kebaikan dari Tuhan, menyangkut hal keserasian terhadap kerukunan hidup baik di lingkup keluarga, berbangsa maupun bernegara. Karena itu, marilah kita pandai-pandai menyinergikannya. Yakni, dengan senantiasa memohon agar setahun mendatang ini Tuhan memberikan berkah kebaikan dalam kita menapaki kehidupan yang normal, serasi, mesra, dan selaras. Sebagaimana diisyaratkan dalam tafsir tahun Respati Mintuna ini, untuk dijadikan titian menuju kehidupan yang bahagia, damai, dan sejahtera.(Bambang Pur-92s) |