| Sabtu, 19 Februari 2005 | SALA |
Warga Protes Kerusakan Jalan
SUKOHARJO - Warga Desa Kemasan, Polokarto mengeluhkan rusaknya jalan raya jurusan Mulur, Bendosari. Ironisnya, kerusakan yang sudah berlangsung dua tahun tersebut dibiarkan saja, sehingga bertambah parah. Padahal, jalur tersebut sangat ramai karena dilalui angkutan umum. Kerusakan semakin parah setelah hujan turun. Air hujan menggenangi lubang-lubang yang menganga di jalan. Bila dilalui kendaraan, otomatis air genangan menggerus aspal. Karena tidak diperbaiki, kerusakan pun makin parah sehingga mengganggu arus lalu lintas. Kesabaran warga pun semakin menipis. Tanpa diketahui siapa yang melakukan, tiba-tiba Kamis (17/2) pagi warga yang melintas di jalur tersebut kaget, karena jalur diblokir. Di tengah jalan, di areal pesawahan desa setempat, ditanami dua batang pohon pepaya dan pisang. Diduga, penanaman itu sebagai bentuk protes karena keluhan warga tidak pernah ditanggapi. Namun tak lama kemudian, kedua batang pohon tersebut disingkirkan petugas Cabang DPU Polokarto. ''Walah, sudah tak terhitung lagi warga memberikan masukan ke Pemkab dan DPU, namun hingga kini tidak pernah ada perhatian,'' ujar seorang warga, Ngadino (50). Dijelaskan, kerusakan tersebut berdampak kepada keselamatan pengguna jalan. Beberapa pengguna jalan mengalami kecelakaan, karena terjatuh dari motor saat menghindari lubang. Pengguna jalan pun harus ekstra hati-hati, bila melintasi jalur tersebut. ''Kemarin ada pengendara motor yang hampir tertabrak bus, karena menghindari lubang. Beruntung pengendara sigap, sehingga bisa berkelit, meskipun telanjur masuk parit. Sebelumnya, ada dua pengendara motor luka parah, setelah jatuh dari motornya saat menghindari lubang di jalan. Apa harus menunggu korban tewas dulu, baru diperbaiki ?'' Dianggarkan Kepala Cabang DPU Kecamatan Polokarto, Suwarno didampingi Kakan Humas Informasi dan Komunikasi (HIK), Sudjoko S Sos meminta masyarakat agar mampu meredam emosi. Dijelaskan, perbaikan jalan tersebut sudah diusulkan dalam RAPBD 2005. Untuk mengatasi kerusakan, pihaknya telah menyiapkan pasir batu (sirtu) sebanyak lima truk untuk menguruk lubang jalan. ''Bila masih kurang, akan ditambah lagi sebanyak lima truk. Intinya, DPU tetap bertanggung jawab memperbaiki kerusakan jalan itu.'' Namun mengingat dana perbaikan belum disetujui, perbaikan belum bisa dilaksanakan. ''Dana itu kan harus dibahas dulu oleh DPRD. Kami berharap, pembahasan bisa segera dilaksanakan agar agenda pembangunan dapat berjalan lancar. Yang jelas, jalur Polokarto-Mulur, Bendosari masuk dalam prioritas perbaikan. Apalagi jalur tersebut sangat penting untuk menunjang kegiatan ekonomi warga,'' tegasnya. (G10-20a) |