| Sabtu, 19 Februari 2005 | SALA |
Kirab Pusaka Dimeriahkan 35 Kereta KencanaWONOGIRI- Prosesi kirab ageng pusaka yang dikemas dalam event Gelar Wisata Budaya Bulan Sura Wonogiri (GWBBSW) tahun Jimakir 1938, akan dilaksanakan Minggu (20/2) pagi besok dalam tata baris kebesaran. Kegiatan itu dimeriahkan 35 kereta kencana dan kereta kuda yang dihias. ''Yang pasti dari kami akan mengeluarkan 32 kereta kuda hias, ditambah tiga kereta kencana dari Pak Bupati,'' kata Drs H Edi Sutopo MSi, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) yang menjabat sebagai kepala seksi urusan kereta dari panitia GWBBSW 2005. Prosesinya, timpal Kepala Dinas Perhubungan Pariwisata Seni Budaya (DPPSB) Hendro Purbandoro SH MM, mengacu seperti kirab tahun lalu. Keberadaan 32 kereta kuda itu akan dibagi dua. Separo menjemput di depan Kantor Dipenda, guna mengiringi rombongan pembawa pusaka Mangkunegaran I dari penyimpanan tugu Kecamatan Selogiri (Keris Kiai Korowelang, tombak Kiai Jaladara dan Kiai Totog). Sebagian lagi bertugas menjemput rombongan pembawa pusaka asal rumah tiban Bubakan Kecamatan Girimarto (keris Kiai Semar Tinandu dan tombak Kiai Limpung). Kepala Sub-Dinas Pariwisata Seni Budaya Sentot Sujarwoko SH menuturkan disertakan pula barisan prajurit Soro Geni dari Keraton Surakarta, lengkap dengan drumband kuno dan prajurit Irotono bersenjatakan tombak dari istana Mangkunegaran Solo. Keberadaan mereka akan menyatu dalam iring-iringan barisan baku kirab, yang terdiri atas 40 orang punggawa baku kawan dasa jaya, pemikul usungan joli tempat peralatan jamas pusaka, pembawa dupa ratus, puluhan putri domas, dan ratusan barisan pangombyong berpakaian Kejawen. ''Juga akan dimeriahkan tiga grup drumband pelajar dan barisan aneka ragam kesenian khas daerah Wonogiri,'' ujar Ka Sub-Dinas Kesenian Pemuda Olahraga, Drs Jarot Kristanto MPd. Barisan Kejawen Camat Giritontro Drs Bawarto menyatakan akan menyertakan grup kesenian Oklik dalam prosesi kirab pusaka. Kemudian dari Kecamatan Ngadirojo, timpal Camat Sumarno SH MM, akan mengikutsertakan grup kesenian reog Caplok. Dari Kecamatan Wonogiri Kota akan menampilkan kelompok kesenian musik bambu ronda trethek. Kecamatan Baturetno menyertakan kesenian Srandul, dan sejumlah kecamatan lain mengeluarkan reog dadak merak. RM H Suryanto BA, tokoh dari kerabat Himpunan Keluarga Mangkunegaran (HKMN) Surya Sumirat menyatakan pihaknya akan menyertakan barisan Kejawen dari trah Kaliwerak, untuk ikut kirab dengan membawa pusaka Kiai Bancak. Kemudian dari Ndalem Kabupaten Wonogiri akan mengeluarkan pusaka gong besar Kiai Mendung Eka Daya Wilaga berikut sejumlah tombak dan keris yang merupakan pusaka Kabupaten dan milik pribadi Bupati H Begug Poernomosidi. Sejumlah pusaka itu setelah dikirab melintasi jalan protokol Kota Wonogiri, akan dijamas di objek wisata Sendang Asri Waduk Gajahmungkur, Wonogiri. (P27-20s) |