| Sabtu, 19 Februari 2005 | SALA |
15 Abdi Dalem DiwisudaPURA MANGKUNEGARAN - Gusti Mangku yang bernama lengkap KGPAA Mangkunagoro IX, kemarin membuat kejutan. Dalam ritual wilujengan wiyosan jumenengan atau ulang tahun tahtanya ke-17, pagi kemarin, dia menggelar upacara bagi 15 abdi dalem. Karena rapatnya menyimpan rahasia rencana acara sisipan itu, sampai dengan H-1 (Kamis 17/2) tidak banyak yang tahu soal itu, termasuk KRMT Tranggono selaku Ketua Panitia Peringatan 1 Sura dan Wiyosan Jumenengan. "Memang dijaga kerahasiaannya. Tidak banyak yang tahu, termasuk ketua panitia. Selain unsur kejutan, Gusti Mangku ingin agar pemberian gelar tersebut betul-betul terseleksi ketat," tutur MNg Supriyanto Waluyo, seusai berlangsungnya ritual di Pringgitan kompleks Pura, kemarin. Seperti diberitakan beberapa media, termasuk harian ini (SM, 18/2), KRMT Trenggono selaku ketua panitia menjelaskan, untuk kali kesekian selama beberapa tahun terakhir pelaksanaan ritual wiyosan jumenengan tidak disertai wisudhan. Sampai saat partisara atau surat keputusan (SK) tentang gelar kebangsawanan itu diterimakan kepada 15 abdi dalem di Pringgitan kemarin, selain Gusti Mangku hanya beberapa orang yang tahu adanya acara sisipan berupa upacara tersebut. Kejutan Kan? Disaksikan kurang lebih seratus abdi dalem dan sentana, wisudhan itu digelar setelah ritual wilujengan yang berlangsung di depan krobongan Ndalem Ageng. Begitu kenduri yang dimulai pukul 09.00 usai, baru diadakan sungkeman yang dilakukan permaisuri GK Putri Mangkunagoro beserta dua anaknya, GRA Ancilla Syura dan GRM Brhe Wira Hutama kepada Gusti Mangku yang duduk di depan krobongan. Sehabis sungkeman sebagai tanda pemberian ucapan selamat pada ulang tahun tahta ke-17 itu, Gusti Mangku beserta permaisuri dan dua anaknya duduk di singgasana menghadap para undangan di Pringgitan. Ke-15 abdi dalem yang kemudian dipanggil untuk maju mendapatkan partisara secara langsung dari Gusti Mangku itu, antara lain RMNg HM Sadjarwo Sartomo yang sehari-hari berdinas di dalam sebagai ulama dalem. Mereka yang diwisuda itu, mulai dari pangkat Mas Ngabehi (MNg) hingga Kangjeng Raden Tumenggung (KRT); namun ada juga beberapa yang tidak nampak meski namanya disebut hingga tiga kali. "Kalau begini kan temanja (benar-benar terasa manfaatnya-Red). Bisa jadi kejutan kan? Anda sendiri pasti kecelik (terkecoh-Red)," ungkap spontan Gusti Mangku ketika menghampiri Suara Merdeka saat berjalan meninggalkan tempat upacara.(won-17a) |