logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Februari 2005 OLAHRAGA
Line

Pengurus Segera Pikirkan Penyatuan Fans

JEPARA-Ketua Umum Persijap Hendro Martojo meminta panitia pelaksana kompetisi agar dalam waktu dekat menggelar rapat pleno, yang di antaranya membahas soal penyatuan fans dalam satu wadah. "Pekan ini atau pekan depan, kami harap persoalan ini bisa dibahas," kata Hedro dalam rapat antarpengurus, manajemen, dan perwakilan fans pada Rabu (16/2) malam di pendapa kabupaten.

Saat menerima masukan dari berbagai kalangan, ternyata banyak usulan yang masuk ke pengurus menyangkut ide penyatuan fans menjelang kompetisi Divisi Utama mulai digelar 5 Maret mendatang.

Penyatuan, lanjutnya, tidak hanya terkait dengan dukungan moral, tetapi juga faktor finansial. Dari total rencana anggaran Rp 8 miliar, sebesar Rp 1,3 miliar ditargetkan masuk dari hasil penjualan tiket. Dengan asumsi harga karcis rata-rata Rp 13.000 untuk 13 partai home, dibutuhkan 7.600 penonton dalam setiap pertandingan.

Padahal kapasitas stadion jika penuh bisa menampung 12 ribu-13 ribu penonton. "Masalah penonton yang tidak bertiket inilah yang perlu dikoordinasikan. Sedangkan untuk menutup 7.600 penonton bertiket juga diperlukan koordinasi fans. Jika fans bersatu, hal-hal seperti itu akan lebih mudah diatasi," katanya.

Rapat

Koes Hardjono, salah seorang pengurus harian yang ditugasi membahas masalah ini akan segera meresponnya dalam rapat khusus.

"Saya pikir dukungan moral dari fans tidak bisa diremehkan dalam kompetisi nanti. Jika wadah fans masih terpisah-pisah, dukungan bisa kurang maksimal. Rapat dengan agenda khusus membahas penyatuan fans harus segera dilakukan. Rencananya pekan depan rapat itu akan kami lakukan," kata pria yang juga Ketua Dipenda Jepara ini

Wakil dari salah satu personel Banaspati yang hadir dalam rapat tersebut, Komo, mengatakan siap dan bersikap terbuka terhadap wacana penyatuan.

Namun ada satu permintaan yang disampaikannya, yaitu jika memang tiga wadah harus bersatu dan melebur jadi satu, harus pakai nama baru.

"Jadi nantinya tidak ada nama Banaspati, Jepara Tifosi Mania (Jetman), juga New Laskar Kalinyamat. Nama-nama itu harus hilang dan diganti nama baru. Kami siap bersatu," katanya.

Totok, salah satu punggawa Jetman menyambut baik masukan dari Banaspati. "Masing-masing wadah memang harus bicara dari hati ke hati. Saya rasa yang disampaikan teman Banaspati itu adalah langkah maju demi Persijap," katanya.

Ditambahkannya, soal peleburan nama menjadi nama baru kemungkinan akan terjadi perbedaan pendapat.

Meski demikian semuanya patut untuk dibicarakan secara baik-baik antarkelompok fans.(mds-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA