| Sabtu, 19 Februari 2005 | OLAHRAGA |
Persikota Optimistis Persita Tak Tutup StadionTANGERANG-Pihak manajemen Persikota Kota Tangerang optimistis bahwa para petinggi Persita Kabupaten Tangerang tidak akan menutup Stadion Benteng yang bakal dijadikan tempat bertanding, terkait ancaman mengundurkan diri Persita sebagai peserta Kompetisi Liga Indonesia (KLI) XI 2005. "Kami optimis bahwa manajemen Persita tidak akan menutup Stadion Benteng, jika mereka mengundurkan diri dari KLI XI," kata Ketua Umum Persikota H Wahidin Halim kepada pers di Tangerang, Jumat kemarin. Menurut dia, walau Stadion Benteng milik Persita, namun juga digunakan oleh tim yang masih "saudara muda", Persikota, demi lancarnya jalannya pertandingan KLI XI. Pemakaian itu sudah terjadi pada musim-musim kompetisi sebelumnya. Pernyataan Wahidin tersebut mengemuka sehubungan adanya rencana dari manajemen Persita untuk mengundurkan diri sebagai partisipan KLI XI karena ditempatkan oleh PSSI masuk Wilayah Timur. Dengan dimasukkan ke Wilayah Timur, dana yang harus dikeluarkan membengkak 100 persen dibandingkan perhitungan semula. Persita ditetapkan PSSI melalui Ketua Bidang Liga Andi Darussalam Tabusala di Wilayah Timur, padahal seharusnya secara geografis berada di Wilayah Barat. Sedangkan Persikota tetap ditempatkan di Wilayah Barat. Digembok Akibat penempatan tersebut, tim berseragam serba unggu itu juga berencana untuk menutup Stadion Benteng dengan cara mengembok, padahal stadion itu juga dipakai oleh Persikota. "Bila Stadion Benteng ditutup, maka tim kami akan kesulitan untuk bertanding ketika menjamu kesebelasan lain nantinya, " kata Wahidin. Ketua Umum Persita H Ismet Iskandar yang juga Bupati Tangerang yang ditemui usai pelantikan sejumlah pejabat di lingkup Pemkab setempat mengatakan, jika keputusan PSSI soal penempatan wilayah tidak dirubah, dipastikan timnya akan mengundurkan diri. "Jika kami mengundurkan diri dari peserta KLI XI, maka akan berpikir lebih dahulu untuk menutup stadion," katanya usai acara di Gedung Serbaguna di Tigaraksa, Jumat kemarin itu. "Kami masih mempertimbangkan kembali untuk menggembok stadion, tapi untuk ancaman mengundurkan diri sudah merupakan tindakan serius," katanya.(ant-22) |