| Sabtu, 19 Februari 2005 | OLAHRAGA |
Permainan Persija Mulai DiantisipasiSEMARANG-Pelatih PSIS Bambang Nurdiansyah bertekad mencuri poin di pertandingan perdana lawan Persija Jakarta Pusat pada 5 Maret mendatang di Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Tak heran, jauh-jauh hari sebelum pertandingan, mantan pelatih timnas U-21 itu sudah mempersiapkan diri untuk mengantisipasi permainan peringkat tiga KLI X itu. Pertarungan saat lawan Persija di Piala Emas Bang Yos menjadi modal penting untuk membenahi kelemahan Indriyanto Nugroho dan kawan-kawan. "Antisipasi terhadap permainan mereka sudah kami lakukan mulai hari ini (kemarin .red). Tentu saja, fokus kami tetap memperbaiki koordinasi di lini belakang," tegasnya seusai latihan di Stadion Jatidiri sore kemarin. Lini belakang memang sedikit lengah ketika itu. Buktinya, keunggulan 1-0 tidak bisa dipertahankan hingga akhir pertandingan. 15 menit menjelang babak kedua usai, gawang I Komang Putra dibobol Alexander Blajco. Gol tersebut dinilai Bambang terjadi karena pemain belakang kurang tenang. Fofee Camara, Maman Abdurahman, Idrus Gunawan dan Modestus Setiawan kebingungan menghadapi trio penyerang lawan. Mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk mengantisipasi pergerakan-pergerakan trio penyerang tersebut. Akibatnya, koordinasi tidak bisa dilakukan secara baik, sehingga saat serangan balik, mereka mudah diperdaya. Tiga Striker "Ketika Persija menurunkan dua striker saja, pemain belakang kami mampu menghadapinya. Namun, ketika tiga striker diturunkan sekaligus, mereka terlihat sekali kebingungan," katanya. "Tiga striker Persija itulah yang akan kami antisipasi. Tentu saja dengan memperjelas tugas dan peran pemain belakang agar saat pertandingan nanti tidak kembali bingung," imbuh empat kali top scorer Kompetisi Galatama ini. Pada latihan sore kemarin, Bambang selalu mengingatkan kepada para pemain belakang agar selalu disiplin dalam menjaga penyerang lawan. Pressing ketat dan keras pun bakal dilakukan untuk mematikan mereka. "Koordinasi pemain belakang masih lemah. Itu yang akan terus kami perbaiki," ujarnya. Selain mengantisipasi trio penyerang, Bambang juga sudah menyiapkan pemain sayapnya untuk mematikan Ortizan Solossa yang beroperasi di sayap kiri. Sebagai simulasi, M Ridwan yang biasanya beroperasi di gelandang kiri, dipindah ke sayap kanan. Sebab, gaya bermain Ridwan mirip dengan Otizan yang mempunyai kecepatan dan kelincahan dalam menusuk pertahanan lawan. "Ortizan itu punya kecepatan, sehingga juga harus diantisipasi. Umpan-umpan silangnya sangat berbahaya," ungkapnya.(H13-22) |