logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Februari 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Lakon Bharatayuda

Saya tertarik tulisan 12 Februari 2005 berjudul ''Bolehkah lakon Bharatayuda untuk bersih desa'' dan memberi tanggapan sbb: Ada musibah atau tidak hubungannya bukan dengan cerita wayang, bulan, hari, ruwatan. Tetapi semua berhubungan dengan begja-cilaka (bahagia-celaka/sial) masing-masing orang dari ''sono''nya.

Maka betul juga, kalau di daerah Lemah Ireng selama 15 tahun mementaskan lakon Bharatayuda tidak ada musibah. Pada tahun 1905/1906, tatkala dimainkan wayang dengan cerita berbeda, muncul musibah kolera. Itupun kebetulan, sebab penyakit ini bisa menimpa siapa saja, kapan saja dan di mana saja.

Tentu juga tanpa memandang profesi, agama, kepercayaan. Orang yang taat beragama bisa saja terkena, tetapi yang tidak taat sehat walafiat juga banyak.

EM Ismunandar C

Salatiga Permai VI/140-141 Salatiga

***

Korupsi di RSUD Dr Soewondo Kendal

Saya warga Kota Kendal menyatakan salut kepada Suara Merdeka dan baru kali ini memuat kasus korupsi di tubuh RSUD Dr Soewondo Kendal secara berani dan lugas. Masyarakat Kendal kini kembali berminat membaca dan membeli koran Anda.

Kepercayaan masyarakat terhadap Suara Merdeka yang tadinya lebih percaya pada salah satu media di Pekalongan, kini kembali menyukai koran Anda. Hal ini tiada lain karena koran ini berani memuat kasus KKN di tubuh Pemkab Kendal. Masyarakat tertarik berita tersebut yang sudah ditunggu-tunggu.

Suyadi SH

Jl Soekarno Hatta 189, Kendal

***

Imlek di Novotel Yogya

Sehubungan berita promosi acara tahun baru Imlek di Hotel Novotel Yogya yang diselenggarakan 8 s.d 9 Februari 2005 yang menyebutkan acara tersebut dimeriahkan oleh perkumpulan barongsai Budi Abadi, kami atas nama manajemen mohon maaf atas kesalahan berita tersebut.

Tidak ada maksud sedikit pun membawa nama perkumpulan Budi Abadi untuk kepentingan komersial kami. Hal tersebut semata-mata kesalahan komunikasi antara manajemen hotel dengan panitia penyelenggara.

Tanpa bermaksud merugikan kepentingan yang lain, penyelenggaraan acara ini dimaksudkan untuk ikut memeriahkan malam tahun baru Implek kepada para tamu hotel seperti tahun-tahun sebelumnya. Acara ini kami tampilkan tanpa dipungut biaya di lobi hotel kami, kecuali bagi tamu yang akan menikmati makan malam di restoran dikenai biaya makan malam.

Semoga kesalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi kami dan dikemudian hari bisa menjalin kerja sama yang lebih erat dengan perkumpulan Budi Abadi untuk kegiatan sosial yang lain.

Manajemen Hotel Novotel Yogyakarta

***

Korban Pelayanan Pos Gudang Kapuk Ungaran

Saya korban dari pelayanan kantor Pos Gudang Kapuk Ungaran, karena mengirimkan giro beserta bukti pembayarannya sejak 26 Juli 2004, hingga sekarang belum sampai ke tujuan. Giro ditujukan ke BCA Cabang Green Garden no rekening 2533006817 atas nama CV Ortopedi Jakarta.

Pihak kantor Pos malah meminta fotokopi pembayaran. Ini jelas membingungkan. Sebelumnya saya jelaskan ke petugas pos bagian giro tapi jawabannya: ''Giro pasti sampai''. Hal ini merupakan jawaban tidak masuk akal dan tidak tanggung jawab. Hanya mengirim ke Jakarta saja 6 bulan lebih belum sampai, apalagi luar negeri.

Beginikah kantor Pos dalam melayani giro dan apakah setiap orang yang mengirimkan giro selalu bermasalah. Memang bagi kantor Pos uang itu tidak seberapa, tetapi bagi saya uang sebanyak itu hasil tabungan selama 3 bulan. Semoga ada penjelasan dari kantor Pos.

Khadik Nur Faizin

Desa Keji Rt 2/Rw I Ungaran

***

Koruptor, Bah .... Muak

Koruptor mati rasa

Sungguh berbadan biawak

Koruptor tak punya malu

Sungguh bermuka badak

Koruptor seperti preman

Sungguh bermental korak

Koruptor tak punya hati

Sungguh moralnya rusak

Koruptor menguras uang rakyat

Sungguh seorang pembajak

Koruptor mengambil harta negara

Sungguh tak punya otak

Koruptor bak renang gaya katak

Kaki kanan nginjak

Kaki kiri nyepak

Tangan kanan njitak

Tangan kiri njarnbak

Jiwanya pemberontak

Mulutnya clutak

Pikirannya norak

Koruptor bak anjing galak

Pagi berlagak, siang berteriak

Sore menggertak, malam menyalak

Koruptor tertawa terbahak

Di saat rakyat menangis terisak

Koruptor berpesta bersorak

Di saat rakyat menderita merangkak

Koruptor tidur dengan nyenyak

Di saat rakyat lemas tergeletak

Rakyat harus bergerak

Agar kebenaran cepat tersibak

Aparat hukum harus bertindak

Supaya kebatilan cepat terkuak

Koruptor harus didepak

Agar keadilan berdiri tegak

Abdul Latif Yasin SE AKt

Condrorejo Rt1/Rw 9, Semarang

***

Resik-resik Kutha

Canangan Resik-resik Kutha oleh Wali kota Semarang (waktu itu Bp Sukawi) dengan sponsor Suara Merdeka mendapat respons penuh dari warga. Terbukti di semua penjuru kota tiap hari Minggu selalu ada kerja bakti. Ada RW yang menjadualkan secara bergiliran masing-masing RT.

Dengan demikian selama bulan Resik-resik Kutha sampai penutupan tanggal 20 Mei 2005 tiap hari Minggu ada kerja bakti di daerahnya. Hanya sayang yang merespon kebanyakan warga kelas bawah dan menengah. Sedang kelas atas di daerah gedongan masih sepi. Mereka mengandalkan petugas kebersihan kota.

Di samping itu masih banyak lahan kosong yang mengganggu kebersihan lingkungan, karena tidak terawat. Ada yang sampai seperti hutan liar. Untuk mencari pemiliknya sukar karena berpindah-pindah tangan. Sebaiknya Pemkot menertibkan/memberikan sanksi kepada pemilik yang tidak merawat lahannya.

Sekiranya diperbolehkan warga dapat memanfaatkan lahan tersebut dibersihkan untuk olah raga atau ditanami tanaman yang bermanfaat seperti taman obat-obatan oleh PKK.

Oentoeng Soetjipto

Jl Rejomulyo IV/17 Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA