logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Februari 2005 WACANA
Line

tajuk rencana

Selain Suriah, AS pun Bisa Terlibat di Lebanon

- Peristiwa pembunuhan keji terhadap Rafik al-Hariri, mantan PM Lebanon, beberapa hari lalu masih menjadi percaturan masyarakat internasional. Dugaan pun bermunculan tentang siapa pelakunya. Suriah, negara tetangga yang sejak belasan tahun "mengendalikan" jalannya pemerintahan di Beirut, menjadi sasaran tudingan. Damaskus tentu saja membantah. Sampai ada bukti kuat dan pelakunya ditangkap, siapa pun atau pihak mana pun bisa saja sedang bermain api di kawasan tersebut. Suriah terkena tudingan paling banyak, sebab dianggap punya kepentingan langsung. Al-Hariri dari dulu secara terang-terangan menentang campur tangan dan kehadiran pasukan Suriah di negaranya. Intervensi Damaskus itulah yang membuatnya mundur sebagai PM pada 2004 lalu.

- Namun, jangan lupa Amerika Serikat juga punya kepentingan di sana. Hariri bisa dipandang sebagai sosok pro-Barat dan melawan dominasi Damaskus. Sikapnya sejalan dengan kebijakan AS. Suriah adalah negara Arab yang oleh Presiden George W Bush disebut sebagai salah satu negara dalam kelompok "poros kejahatan", bersama Irak pada era Saddam, dan Korut. Kita tahu, Suriah belakangan ini sedang diincar oleh Washington untuk "diirakkan" berikutnya, dengan dalih Damaskus berupaya membuat senjata atom dan melindungi tokoh-tokoh Al Qaedah. Skenarionya begini: karena belum ditemukan cukup bukti untuk "mengirakkan" Suriah, AS perlu mendapatkan dalih kuat untuk menindak Damaskus. Kalau perlu, korbankan teman sendiri. Apa boleh buat, Hariri harus menjadi tumbal.

- Skenario seperti itu bukan tanpa dasar. Hingga kini pun kebenaran tentang siapa pelaku aksi kamikaze 11/9 2001 di Washington (serangan ke Pentagon) dan New York (ke menara kembar WTC), belum muncul. Pemerintahan Bush sudah menuding Al Qaedah sebagai pelakunya. Namun, bahkan beberapa orang Amerika sendiri ragu Al Qaedah bisa dengan demikian mudah membajak empat pesawat domestik AS tanpa sepengetahuan dinas-dinas keamanan negeri adikuasa tersebut. Mereka yang kritis berpendapat, Al Qaedah sengaja dibiarkan melancarkan aksi itu, sehingga Bush punya dalih untuk melancarkan "perang global" melawan terorisme, menginvasi Afghanistan, kemudian Irak, dan entah negara mana lagi nanti. Maka AS dan Suriah sama-sama punya cause dalam kasus Hariri.

- Jadi, kurang adil kalau hanya Suriah yang dituding. Namun, jika pelakunya sungguh didalangi oleh mereka yang berkuasa di Damaskus, masyarakat internasional harus mengutuknya. Yang menakutkan, siapa pun pelaku pembunuhan itu - pihak asing atau unsur dalam negeri sendiri - dia atau mereka bisa saja tanpa sengaja, atau memang disengaja, telah membuka kotak Pandora. Lebanon adalah negara yang punya latar belakang perang saudara mengerikan (1975-1989). Populasinya terbagi dua nyaris sama besar antara Muslim dan Kristen. Perang saudara masa lalu itu kental sekali aroma agama dan sektenya. Maka, guna meredam konflik pascaperang saudara, konstitusi baru Lebanon menetapkan presiden dipilih dari kalangan Kristen, PM dari Muslim Suni, dan ketua parlemen Muslim Syiah.

- Pada puncak perang saudara awal 1980-an, negara-negara asing mencoba ikut bermain di sana, untuk membantu atau memihak salah satu yang bertikai. Tetapi tidak satu pun negara yang mampu menengahi perang saudara brutal tersebut. Militer Amerika malah angkat kaki pada 1982, setelah barak marinirnya di Beirut dibom dan menewaskan sekitar 280 marinir. Faktanya, Suriahlah yang sukses menjadi penengah dan mengakhiri perang. Sebagai "imbalan", negara itu menempatkan pasukan dan ikut menentukan siapa yang berkuasa di Beirut. Adalah Hariri, seorang jutawan Suni, yang berhasil membangun kembali Lebanon berkat kekayaan dan bantuan asing lewat lobinya yang kuat di dunia Barat, khususnya Prancis. Secara perlahan, Lebanon bangkit kembali dari kehancuran.

- Pada puncak pembangunan negerinya, dia memutuskan mundur sebagai PM karena merasa Damaskus terlampau jauh mengatur masalah internalnya. Dia juga tak suka Suriah mendukung Presiden Emile Lahoud, rival politiknya. Kita berharap penyakit yang keluar dari kotak Pandora hanya menyerang kehidupan politik, tidak menggerogoti isu agama. Sebab, Lahoud bukan penganut keyakinan yang sama dengan Hariri. Jika sentimen ini ikut terlibat, perang saudara bukan tidak mungkin pecah lagi. Sebaliknya, kematian mantan PM itu bisa menjadi titik balik bagi keterlibatan Damaskus di Lebanon. Demo anti-Suriah sudah mulai merebak. Kita yakin Lebanon dapat membangun sendiri tanpa keterlibatan asing, andai rakyatnya mengesampingkan sentimen agama di kalangan mereka sendiri.


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA