| Sabtu, 19 Februari 2005 | NASIONAL |
Bebaskan Hasrat Bersama Boomerang
ROCK mania Semarang semalam berpesta. Mereka berhimpun di Lapangan Pancasila Simpanglima Semarang, menikmati penampilan Boomerang, grup hardrock papan atas Indonesia dalam ''Konser Musik Boomerang'', persembahan Djarum Super dan Suara Merdeka. Teramat wajar jika sepanjang durasi pertunjukan, boomers (sebutan untuk fans Boomerang) tak henti-henti bergoyang, "bersetubuh" dengan alunan musik yang berdentam kencang. Mereka seolah ingin menuntaskan kerinduan terhadap tampilan grup musik pujaan hati itu. Penonton tak hanya datang dari Kota Semarang saja, melainkan Demak, Kendal, Pekalongan, dan kota sekitarnya. Itu dapat dilihat dari aneka spanduk yang dikibar-kibarkan para Boomers, seperti "Cah Parang Petempen Utara", "Boomers Pekalongan", "Boomers PKL". Seolah memenuhi keinginan penggemarnya, Boomerang langsung membawakan ''Bebas Hambatan'' sebagai lagu pembuka. Tembang yang dinukil dari album Extra Vaganza itu berketukan cepat dan memekakkan telinga. John Paul Ivan (gitar), Hubert Henry (bas), Farid Martin (drum) memainkan instrumen musik mereka dengan amat bertenaga, mengiringi vokal Roy Jeconiah yang melengking nyaring. Sebagai starter pertunjukan, lagu tersebut cukup menghangatkan suasana. Para boomers serta-merta menyambutnya dengan gegap gempita, melompat-lompat sembari menggoyangkan kepala. Anak-anak muda itu berkehendak melepaskan segenap hasrat; hasrat kebebasan, hasrat perlawanan. Tak termungkiri, jika rock acap dikatakan mewakili kehendak-kehendak tersebut. Grup rock asal Surabaya itu tampaknya paham betul keinginan boomers. Maka, pada beberapa lagu berikutnya, mereka terus meneror telinga penonton dengan kekencangan serupa seperti ''Manifesto'', ''O Ya'', ''Generasi Baru'', ''Gadis Extra Vaganza'', ''Bergerak'', ''Urban Song''. Tampilan personel Boomerang semakin meneguhkan betapa musik rock menyiratkan perlawanan. Tengok saja, T-shirt yang dikenakan Roy Jeconiah. Vokalis berparas tampan itu mengenakan T-shirt bertuliskan ''Rakyat Kuasa'' dan siluet muka Che Guevara, pejuang revolusioner dari Bolivia. Akan tetapi tak semua lagu yang dibawakan Boomerang semalam berirama keras. Beberapa di antaranya lembut dan melodius. Sebut saja ''Pelangi'', ''Fajar Pagi'', dan ''Bawalah Aku''. Lagu-lagu tersebut cukup menjadi katarsis di tengah ingar-bingar musik yang mereka mainkan. Lagu "Bawalah Aku" menjadi lagu terpanjang yang mereka mainkan. Di dalamnya, para personel Boomerang mencoba unjuk kebolehan. Tak lupa, Roy menyisipkan dialog verbal sebagai jembatan antara dia dan para pemujanya. Dia membagi penonton menjadi dua kelompok untuk beradu keras melafalkan intro lagu tersebut. Seterusnya, mereka disatukan dalam satu suara. Intro lagu tersebut dimainkan oleh cabikan bas Henry dan gebukan drum Farid. Uniknya, Ivan yang bertelanjang dada justru sibuk merekam aksi penonton dengan kamera yang dia pinjam dari kameraman yang mengabadikan penampilan mereka. Koor penonton bergema mengikuti apa yang diucapkan Roy. Namun rupa-rupanya, mereka tak cukup mampu menirukan lengking vokalis Boomerang yang tinggi itu. Konser yang dihelat untuk memeriahkan HUT Ke-55 Suara Merdeka itu pun purna dengan tampilan tembang ''Generasiku''. Lalu, percikan kembang api disemburkan ke udara, menandai akhir sebuah pesta. (Rukardi, Hernandhono-83) | ||||