| Sabtu, 19 Februari 2005 | NASIONAL |
Jateng Dipercaya Rekrut Tenaga Magang ke JepangSEMARANG- Pemprov Jateng saat ini dipercaya pemerintah pusat untuk melaksanakan rekrutmen khusus bagi calon tenaga magang di sejumlah perusahaan di Jepang. Pelaksanaan tes sudah dimulai sejak Januari lalu dan hingga sekarang masih terus berlangsung. "Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Jateng. Sebab, provinsi-provinsi lainnya tidak mendapat kesempatan seperti ini," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Diah Anggraeni SH MM di Semarang, kemarin. Ia menjelaskan, peserta seleksi ini mencapai 500 orang. Dari jumlah itu, untuk sementara yang lulus dan harus mengikuti tes kesehatan ada 197 orang. Kemudian, dari 197 orang itu nantinya hanya akan diambil 132 orang (70%). Mereka itu selanjutnya akan diberangkatkan ke Negeri Matahari Terbit untuk magang di sejumlah perusahaan di sana. Menurutnya, meskipun statusnya magang tetapi mereka akan mendapat gaji dari perusahaan yang bersangkutan. Mengenai berapa besarnya, ia tidak menjelaskan secara rinci. Hanya saja, pengalaman selama ini seorang yang magang selama tiga tahun di Jepang ketika pulang bisa membawa pulang uang berkisar Rp 300 juta - 400 juta. Diah menambahkan, belakangan ini memang ada persoalan berkaitan dengan pemagangan di Jepang. Yakni, beberapa perusahaan di sana ditangguhkan untuk menerima tenaga magang. Pasalnya, perusahaan-perusahaan itu diketahui pemerintah telah menggunakan tanaga magang ilegal. "Pemerintah Jepang saat ini sedang melakukan evaluasi dan menyelesaikan persoalan itu. Selama proses penyelesaian, perusahaan yang bersangkutan tidak boleh menerima tenaga magang ilegal, termasuk dari Indonesia," ujarnya. Setelah masalah tersebut selesai, lanjutnya, perusahaan diperbolehkan lagi merekrut tenaga magang. Sesuai hasil seleksi November 2004, ada 167 orang yang lulus dan siap diberangkatkan ke Jepang. Namun, karena ada kasus tersebut, sehingga ada 47 orang yang keberangkatannya ditunda. Dari jumlah 47 orang itu, yang berasal dari Jateng ada 3-4 orang. Persiapan Awal Kepala Disnakertrans Jateng mengingatkan, para calon peserta seleksi atau orang yang berminat untuk mengikuti program pemagangan ini hendaknya mempersiapkan sejak awal. Persiapan itu mulai dari tes kesehatan di rumah sakit, khususnya tes mata. Karena jika diketahui matanya minus 1/2 atau plus 1/2 pasti tidak akan diterima. Begitu pula jika calon pemagang pernah operasi tulang atau operasi besar pasti tidak akan lulus tes. Berat badan pun minimal 50 kg dan tinggi minimal 160 cm. Yang tidak kalah penting, yang bersangkutan harus membawa rekomendasi dari dinas yang menangani tenaga kerja dari kabupaten/kota. "Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai informasi ini, Disnakertrans Jateng telah membuka layanan internet gratis di kantor Jl Pahlawan Semarang," ujarnya. Diah juga mengimbau masyarakat untuk tidak begitu saja percaya informasi mengenai pemagangan ini dari seseorang atau sumber yang tidak berkompeten. "Kalau mendengar informasi ada peluang magang di Jepang sebaiknya dikonfirmasikan ke Disnakertrans Jateng. Hal ini dimaksudkan supaya tidak ada kasus-kasus penipuan oleh calo atau oknum-oknum di belakang hari," tandasnya. Berkaitan dengan wacana atau masukan yang disampaikan oleh Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jateng R Achmad Soediono tentang penempatan aparat Jateng di luar negeri, Kepala Disnakertrans Jateng menyampaikan terima kasih. Namun, hal itu akan dikonsultasikan lebih dulu dengan pemerintah pusat, yang dalam hal ini Deplu dan Depnakertrans. Apalagi, masalah luar negeri adalah salah satu bidang yang tidak termasuk diserahkan ke pemerintah daerah di era otonomi ini. "Itu wewenang pusat. Pak Gubernur pasti tidak akan gegabah menempatkan aparatnya di luar negeri," tuturnya.(D10-78) |