| Sabtu, 19 Februari 2005 | MURIA |
Perumahan Sukoharjo TergenangPATI- Setelah beberapa saat air Kali Lengkowo yang berhulu di Gunung Patiayam tidak meluap, Jumat (18/2) siang kemarin sekitar pukul 13.15 membuat terkejut warga di kompleks Perumahan Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, terutama di wilayah RT 1, 2, dan 3 RW 6. Sebab, kata beberapa warga di wilayah RT itu, meskipun mendung cukup tebal, lokal tidak sedang turun hujan. Anehnya, mendadak air kali tersebut meluap dan masuk ke kompleks perumahan. Warga pun bersiap-siap untuk mengeluarkan barang perabotan, bila luapan air masuk ke dalam rumah. Deretan rumah warga memang tak jauh dari pinggir kali itu, sehingga kejadian tersebut bukan merupakan hal baru. Namun, kalau luapan air kali bercampur lumpur pekat tentu selalu membuat mereka repot bila air sudah surut, karena meninggalkan endapan lumpur di jalan. Dengan demikian, warga harus beramai-ramai melakukan pembersihan sisa endapan lumpur di jalan lingkungan perumahan. Apalagi bila air sempat masuk ke dalam rumah, sisa genangan lumpur itu menempel di tembok dan beberapa bagian ruangan rumah. Kondisi seperti itu tentu membuat jengkel warga. "Namun apa yang bisa kami perbuat. Meskipun luapan air kali masuk ke dalam rumah beberapa kali terjadi, belum ada upaya tepat dari pihak berkompeten untuk mengatasi masalah tersebut," ujar J Herman, salah seorang di antara mereka. Diluruskan Karena itu, katanya, dia mengusulkan upaya pengerukan yang pernah dilakukan bisa ditindaklanjuti dengan penataan secara menyeluruh. Maksudnya, karena satu di antara dua lubang bawah jembatan Kali Lengkowo itu mengalami penyumbatan endapan lumpur dan berbagai sampah berupa batang pohon, hal tersebut harus dibersihkan. Warga sudah berulang-ulang bekerja bakti guna membersihkan sampah yang mangkrak dalam lubang bawah jembatan. Karena sampah itu selalu ada saat turun hujan, terutama lubang sisi barat, akhirnya warga menjadi bosan sehingga penumpukan sampah pun terjadi. Di samping itu, upaya dari pihak berkompeten dan mendesak untuk dilakukan adalah mengembalikan alur kali di bagian hulu jembatan yang menikung/belok. Kondisi alur kali seperti itu ternyata membuat aliran air terlebih dahulu menghantam tanggul kali barat. Akibatnya bila air kali itu membawa sampah, tidak bisa langsung hanyut terbawa. Sebab begitu masuk ke lubang jembatan, sampah itu juga berbelok ke lubang sisi barat. Dengan demikian terjadi penumpukan sampah di lubang tersebut. Lain halnya jika alur sungai dalam kondisi lurus, paling tidak sampah yang datang dari hulu bisa masuk pada kedua lubang bawah jembatan. "Selanjutnya, hanyut terbawa gelontoran air hingga ke hilir."(ad-15s) |