logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Februari 2005 MURIA
Line

Warga Tetap Diminta Waspadai DB

BLORA- Meski hingga saat ini serangan DB di Blora dapat dikatakan relatif aman, DKK Blora meminta agar warga tetap mewaspadai serangan penyakit yang penularannya melalui nyamuk Aedes aegypti itu.

"Sampai saat ini aman-aman saja, meski demikian bukan berarti warga tidak mewaspadainya," tandas Kepala DKK Blora, Dr Budhi Tjahyanto melalui Kasi Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit (P2P), Lilik Hernanto SKM MKes kepada Suara Merdeka, kemarin.

Dia menyebutkan, hingga saat ini di Blora baru ditemukan dua kasus DB, semuanya berada di wilayah Kecamatan Tunjungan. Waktu itu kedua penderita sempat menjalani rawat inap di rumah sakit, namun berhasil disembuhkan.

Menurut Lilik, diperkirakan pada Januari hingga Maret ini akan ada lonjakan kasus DB di Blora. Hanya, sampai saat ini aman-aman saja. Kalaupun ditemukan kasus hanya kecil dan tidak sempat menimbulkan korban jiwa.

Selama ini DKK juga telah melakukan antisipasi, yakni dengan penyemprotan di sejumlah desa yang masuk kategori endemi DB. Di wilayah yang ditemui ada kasus, DKK juga sudah langsung melakukan penyemprotan.

Biaya Mahal

Dia mengemukakan, untuk melakukan penyemprotan memang tidak boleh asal. Di samping membutuhkan biaya mahal, dikhawatirkan juga kurang mendidik terhadap masyarakat. Penyemprotan yang dilakukan secara ngawur justru bisa menimbulkan nyamuk kebal.

Dari data yang ada, di Blora pada 2004 ada 18 kasus DB, seorang di antaranya meninggal dunia. Meski sampai saat ini aman, dimungkinkan akan ada lonjakan. Pihaknya mengimbau kepada seluruh warga Blora untuk waspada.

Dia mengatakan, langkah paling efektif dilakukan warga adalah dengan gerakan pembasmian sarang nyamuk (PSN). Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membatasi ruang gerak bagi nyamuk penyebar DB berkembang biak.

Sementara itu, dari sejumlah kasus DB yang terjadi pada 2003 dan 2004, beberapa desa di Blora masuk endemi atau daerah rawan serangan DB.

Beberapa desa itu antara lain Kelurahan Mlangsen, Kelurahan Bangkle, dan beberapa desa di wilayah Kecamatan Ngawen. Pada 2001, di Blora sempat mengalami kejadian luar biasa (KLB) untuk serangan DB. Yakni terjadi 409 kasus, 21 di antaranya meninggal. (ud-15s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA