logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Februari 2005 MURIA
Line

Kades Mejobo Dituduh Selewengkan Bantuan Sapi

KUDUS- Kepala Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus, Jasman Ali Nashan dilaporkan oleh anggota kelompok tani Sido Rejo yang ada di wilayah tersebut, Roso Sudarman, karena dianggap telah menyelewengkan bantuan sapi dari Pemkab.

Laporan dugaan penyelewengan bantuan sapi yang bernomor 01.LP.11.05 itu ditujukan kepada Bupati Kudus, dengan tembusan Kajari, Kapolres, Kepala Bawasda, dan Ketua PDI-P Cabang Kudus.

"Kepala desa telah menyelewengkan bantuan sapi bagi kelompok tani yang kurang mampu untuk kepentingan pribadinya," kata Roso dalam laporannya, Jumat (18/2) kemarin.

Masih menurut laporan tersebut, jumlah sapi yang diselewengkan sang kades empat ekor.

Jumlah itu, kata dia, kemudian diketahui dikuasai oleh Jasman beserta ketua kelompok tani beserta koleganya.

"Sekarang ini Pak Jasman masih menguasai sapi-sapi tersebut," tandasnya.

Dia mengungkapkan, aparat yang berwenang hendaknya dapat segera menuntaskan kasus tersebut, sebelum pihaknya menggerakkan anggotanya untuk demo di pendapa kabupaten.

"Kami sangat mengharapkan adanya penyelesaian segera dari kasus ini," tegasnya.

Sementara itu, Kades Jasman kepada Suara Merdeka menyatakan pihaknya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan itu.

Dia mengaku untuk 2005 ini desanya memperoleh bantuan 60 bibit sapi yang telah diberikan kepada 30 warga, dengan dua ekor sapi per orangnya.

"Sejauh ini tidak ada yang komplain kok dengan hal itu," tuturnya.

Tidak Antusias

Dia mengatakan, pada sekitar tahun 2003 pihaknya mengajukan bantuan sapi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Kudus. Ketika itu, tepatnya sekitar Oktober 2003, bantuan sapi-sapi tersebut tidak lantas disambut antusias oleh warga.

Mengingat, kata dia, kondisi geografis Mejobo yang banyak rawa-rawanya tidak cocok untuk hewan itu.

Bahkan, ada di antara warga penerima bantuan yang akhirnya mengembalikan bantuan sapi tersebut kepada perangkat desa. Oleh Kades, bantuan yang mangkrak itu -salah satunya milik warga bernama Rusdi- akhirnya diternakkan oleh Kades.

"Hanya dua ekor, bukan empat ekor. Itu pun bukan kehendak saya pribadi, melainkan menggantikan bantuan untuk warga yang tidak mau menerimanya," paparnya.

Satu hal lagi yang ingin ditegaskannya, dia tidak pernah merasa mengenal anggota kelompok tani yang bernama Roso.

Padahal, tuturnya, dia juga mengaku menjadi anggota kelompok tani tersebut yang kini dipimpin oleh Muh Musman.

Tuduhan itu, tandasnya, hanya surat kaleng yang tidak jelas keberadaannya.

Sementara itu, Camat Mejobo Sudiarso kepada Suara Merdeka menandaskan, pihaknya segera menyikapi hal itu dengan meminta laporan kepada Kades Mejobo. Pihaknya, ujar dia, tidak akan mempercayai atau mengingkari hal tersebut, sebelum menerima data di lapangan.

"Kami akan objektif dan mendasarkan pada bukti-bukti yang ada," tegasnya. (H8-15s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA