| Sabtu, 19 Februari 2005 | SEMARANG |
Deadlock, Pemilihan Ketua Golkar DiundurSALATIGA- Rapat musyawarah pengganti antarwaktu (PAW) ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Salatiga yang diadakan Kamis (17/2) malam di kantor Jalan Jenderal Sudirman berakhir dead lock dan terpaksa diundur. Sebab, dalam proses pemilihan yang berjalan demokratis itu dari 2 kali hasil voting berakhir seri. Seperti diketahui posisi Ketua DPD II Partai Golkar Salatiga yang dipegang oleh Drs Fadholi harus digantikan, setelah dirinya terpilih sebagai Sekretaris DPD I Partai Golkar Jawa Tengah. Sekretaris Angkatan Muda Partai Golkar Kecamatan Argomulyo Bayu Kurniawan mengatakan, terdapat dua kandidat kuat sebagai calon pengisi posisi ketua yakni M Kemat SSos dan Agung Setiono. Adapun jumlah suara yang bisa diberikan dalam pemilihan tersebut berjumlah 6 suara, yakni dari 4 suara pimpinan kecamatan, 1 suara dari DPD II dan 1 suara DPD I. "Dalam dua kali pemilihan yang dilakukan menjelang tengah malam, Kemat dan Agung mendapat masing-masing mendapatkan dua suara dan sisanya abstain. Dan akhirnya pimpinan sidang mengusulkan untuk menunda pemilihan pengganti ketua DPD II," jelas Bayu, kemarin. Menurutnya, dead lock juga dipicu oleh abstainnya salah satu suara dari pimpinan Kecamatan Sidorejo yang sebelumnya dipegang oleh Fadholi. Namun atas keputusan bersama di tingkat kecamatan, suara Fadholi diganti oleh orang lain berdasarkan voting. "Nah, dalam pemilihan ketua pengganti antarwaktu, pengganti tersebut dinyatakan tidak sah dalam pemilihan," ujar Bayu. Semetara itu Sarwono SE, salah satu wakil ketua DPD II Golkar mengatakan, proses pemilihan pengganti ketua akan diundur hingga selesainya Rakernas Golkar di Jakarta Senin pekan depan. Setelah rakernas itu baru akan dibahas lagi mengenai waktu dilaksanakannya pemilihan. (H2-73) |