logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Februari 2005 SEMARANG
Line

Ditemukan Mayat dengan Luka Bacok

UNGARAN - Mayat laki-laki berusia sekitar 50 tahun ditemukan tewas dengan luka bacokan di kepala sekitar pukul 09.30, Jumat (18/2), di kompleks perkebunan kopi PTPN IX yang berada di belakang Coffe Banaran, Bawen, Kabupaten Semarang. Diduga, korban telah meninggal delapan jam sebelum ditemukan.

Kasat Reskrim AKP Rochim SH didampingi Kapolsek Bawen AKP Teguh Sutiyarso mengatakan korban diduga kuat merupakan korban pembunuhan. "Dimungkinkan korban tidak dibunuh di TKP, tapi lokasi itu hanya sebagai pembuangan. Sebab, tidak ditemukan ceceran darah di lokasi penemuan," kata Rochim.

Saat ditemukan, korban yang memiliki ciri-ciri rambut lurus, muka bulat, dengan tinggi sekitar 165 cm, dan perawakan agak gemuk itu, di tangan kanannya menggenggam botol cairan pembasmi serangga. "Botol yang berisi cairan pembasmi serangga itu hanya untuk mengelabuhi petugas saja. Sebab, di mulut korban tidak berbuih," tegas Teguh Setiyarso.

Ditemukannya mayat tersebut, menurut Teguh, bermula dari laporan petugas PTPN IX. Menurutnya penemuan mayat tanpa identitas itu berawal saat pegawai tersebut berpatroli. "Menurut pegawai perkebunan tersebut saat ditemukan, tubuh korban dalam keadaan telungkup. Setelah dicek ternyata korban telah meninggal," jelas Teguh.

Atribut yang menempel di tubuh laki-laki naas itu, korban mengenakan celana hitam kain panjang, kaos berkerah dengan motif bergaris warna gelap, dan menggunakan sandal bermerek Sando. Selain luka bacokan di kepala, pada sikut kiri juga didapati luka bacok selebar 5 cm.

Mayat tersebut kemudian dilarikan ke RSU Ambarawa untuk divisum. "Kami berharap agar masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya dengan ciri-ciri itu bisa melapor ke Mapolsek Bawen," imbuh Rochim. Pihaknya juga menginstruksikan anggota unit Reserse Polres Semarang untuk menyisir perkampungan di sekitar lokasi penemuan mayat itu. (rny-73)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA