| Sabtu, 19 Februari 2005 | SEMARANG |
Jalan Rusak Berat Terkena Abrasi
DEMAK- Warga Kelurahan Bedono Kecamatan Sayung, Demak mengeluhkan kondisi jalan di daerahnya yang rusak parah akibat abrasi. Meski berulang kali secara swadaya mereka meninggikan jalan, tetapi karena tiap tahunnya abrasi terus naik, upaya itu pun menjadi sia-sia. Syaefuddin SH, warga Bedono menyampaikan kenyataan itu kepada Dewan yang diterima Wakil Ketua Komisi C DPRD Demak, Maskuri. Menurut penuturannya, warga yang mengeluhkan hal itu bukan hanya di Bedono, tetapi juga desa lainnya seperti Pandansari, Rejosari dan dukuh Mondoliko. Beberapa waktu lalu, warga secara swadaya mengurug jalan setinggi setengah meter. Selain itu, juga memberi beton kotak dengan ukuran 1 x 0,5 meter yang dipasang di atasnya sepanjang 3 kilometer. Baru berjalan dua tahun, kondisi jalan itu kini rusak parah yang disebabkan tingginya abrasi hingga menggenangi jalan dan rumah. Saat ini kerusakan jalan paling parah terjadi di Pandansari sampai ke Medono, sedang Jalan Pandansari ke Morosari relatif bagus, karena jalan itu dibangun untuk program wisata bahari. Sejak pertengahan tahun lalu, air yang menggenangi perkampungan mereka antara 0,5 meter sampai 1,5 meter. Dan awal tahun ini, air lebih sering datang sore hingga malam hari sekitar pukul 17.00 sampai 20.00. Dia memperkirakan mening-katnya abrasi karena di pantai Kota Semarang dilakukan reklamasi pantai. Kepala Desa Bedono Sajimin mengaku sudah berusaha semaksimal mungkin bersama warga sekitar untuk meninggikan jalan. Waga juga melakukan gotong royong meninggikan rumah secara bergantian. Namun upaya itu terasa kalah cepat dengan air laut yang tiap tahun semakin tinggi. "Kami berharap ada perhatian lebih untuk menyelesaikan persoalan ini, baik dari pemerintah maupun DPRD," harapnya. Sementara itu Wakil Ketua Komisi C, Maskuri mengatakan anggaran untuk membantu kondisi itu kemungkinan baru bisa diusulkan pada perubahan anggaran 2005. (H1-73) |