| Sabtu, 19 Februari 2005 | SEMARANG |
"Ya Allah, Angin Topan"SIANG kemarin mendung masih menyelimuti Desa Guci, Kecamatan Godong. Beberapa warga bergotong royong menyingkirkan batang pohon yang melintang di jalan desa. Sebagian lainnya terlihat sibuk memperbaiki genteng rumahnya yang melorot diterpa angin topan pada Kamis (17/2) sore lalu. Di tengah kesibukan warga itu, Ali Munthoha, warga Dusun Margorejo, Desa Guci, tertegun menyaksikan rumahnya yang belum sempurna dibangun itu rata dengan tanah. "Telas sedaya, Mas. Kula sampun boten gadhah menapa-menapa. Samenika kedah mulai saking awal malih (habis semua, Mas. Saya sudah tidak memiliki apa-apa. Sekarang harus memulainya dari awal lagi-Red)," ujar Ali lirih. Mata kakek berusia 59 tahun itu tampak berkaca-kaca mengingat kejadian yang berlangsung cepat itu. Kala itu, dia bersama seorang tukang tengah memasang jandela rumahnya. Tiba-tiba gemuruh angin berputar kencang menerpa rumahnya. "Tukang saya sudah menghalau angin tersebut dengan tenaga dalamnya, namun tidak kuat. Malah rumah kami seperti diangkat ke atas dan dijatuhkan. Bruk! akhirnya rata dengan tanah," terangnya. Melihat kejadian itu, Ali langsung beristighfar menyebut asma Allah. Sadar bahaya mengancam istrinya yang berada di dalam rumah, sontak dia memangil-manggil nama istrinya. "Alhamdulillah, istri saya selamat dari reruntuhan kayu dan genteng. Sewaktu rumah kami roboh, dia berlindung di bawah tempat tidur," katanya. Sebentar kemudian, Ali menarik napasnya dalam-dalam. Kejadian seperti ini, kata dia, adalah yang kedua dia hadapi. Kali pertama angin topan melanda desanya sewaktu dia masih berusia belasan tahun. "Itu terjadi pada masa penjajahan Belanda. Kala itu, rumah kami tidak roboh," ingatnya. Kejadian kemarin itu juga membuat panik warga. Beberapa di antaranya berhamburan ke luar rumah. Yang tidak sempat ke luar rumah hanya mampu berdoa agar selamat. "Kami hanya bisa menyebut, ya Allah, astaghfirullah, ada angin topan," tambah Musta'in, warga setempat. Lain lagi Imam (14), warga setempat. Kala itu, remaja bertubuh kecil itu tengah asyik berburu tikus di sawah. Tiba-tiba angin bergulung-gulung mendekatinya. Belum sempat beranjak dari tempatnya berdiri, angin kecangan disertai hujan tersebut menerjang tubuhnya sehingga ia sempat terlempar dan terjatuh di sawah. "Anginnya kencang sekali," katanya. Beruntung, meski diterjang angin topan, Imam masih selamat. (H3-73n) |