| Sabtu, 19 Februari 2005 | SEMARANG |
Angin Porak-porandakan Ratusan Rumah
GROBOGAN - Sedikitnya 200 rumah di Desa Guci, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan porak-poranda diterpa angin topan, Kamis (17/2) sekitar pukul 16.00. Tak hanya itu, rumah milik Ali Munthoha (59), warga Dusun Margorejo, desa setempat, rata dengan tanah akibat diterpa angin. Bahkan sebuah ruang belajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftachul Huda Desa Guci roboh akibat tertimpa pohon jati dan atap Gedung Polindes rusak terbawa angin. Angin topan yang melintas sekitar 30 menit itu mampu merobohkan ratusan pohon di pinggir jalan dan sekitar permukiman warga. Akibatnya, jalan-jalan terhalang reruntuhan pohon. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Meski demikian, seorang anak bernama Dwi Ririswati (19), warga Dusun Margorejo, mengalami luka bagian keningnya karena terkena pecahan kaca. Camat Godong Drs Mat Suberi mengatakan, diperkirakan secara keseluruhan kerugian akibat bencana angin topan itu mencapai Rp 200 juta. Yang lebih memprihatinkan, warga yang terkena musibah itu rata-rata dari segi ekonomi kurang mampu. Karena itu, dia berharap Pemkab Grobogan segera memberikan bantuan untuk meringankan beban warganya. Kaur Pembangunan Desa Guci Warijan (41) menambahkan, angin topan disertai hujan tersebut melanda Dusun Margorejo, Karangwidoro dan Dukuh Krajan, Desa Guci. Peristiwa tersebut sempat membuat panik ratusan warga Desa Guci. Menurut keterangan yang dihimpun di lokasi, kejadian itu bermula sekitar pukul 15.30. Saat itu awan hitam menggumpal di atas desa tersebut. Cuaca mendung, namun tidak terlalu kelam. Sebentar kemudian, hujan mengguyur desa tersebut. Kadus Margorejo Musta'in menceritakan, saat dirinya hendak mandi, dari arah utara terlihat angin berputar kencang mendekat dusunnya. Sontak angin topan itu memorak-porandakan rumah warga. "Kejadiannya begitu cepat sehingga kami tidak sempat berlindung ataupun keluar rumah," katanya. Suara angin ribut dan lemparan benda-benda yang ikut tergulung angin itu mengakibatkan kepanikan warga. Teriakan dan jeritan warga pun meggemparkan suasana di dusun tersebut. Beberapa warga yang mengetahui kejadian itu langsung berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri. Sekitar 30 menit kemudian, angin mulai reda. Sejak Jumat pagi (18/2), warga di desa tempat bencana tampak sibuk mengadakan kerja bakti. Mereka menyingkirkan batang-batang pohon pelindung yang malang-melintang di jalan desa. Selain itu, mereka juga mulai merapikan rumah yang rusak. Atas kejadian itu, tim Muspika Kecamatan Godong langsung terjun ke lapangan. Pihaknya mengupayakan evakuasi ataupun pertolongan pertama bagi korban bencana tersebut. "Kami langsung berkoordinasi dengan aparat desa, bersama menggalakkan gotong royong menyingkirkan batang-batang pohon yang melintang di jalan desa," katanya. Selain itu, kata dia, pihaknya tengah mengupayakan bantuan bagi warga yang terkena musibah tersebut dari dana kas desa. "Saya langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Pak Bupati," kata Mat Suberi. (H3-73n) |