| Sabtu, 19 Februari 2005 | SEMARANG |
Perpaduan Pengobatan Barat-China di Klinik HooSEMARANG- Penggunaan pengobatan alternatif kini semakin meningkat, seiring tumbuhnya kepercayaan masyarakat terhadap upaya penyembuhan dengan metode tradisional. Bahkan, berdasarkan kajian di Amerika satu dari tiga pasien dewasa menggunakannya, sedangkan anak-anak lebih dari 50%. Namun, dalam praktiknya masih banyak pasien yang menggunakan pengobatan tradisional sekaligus barat tanpa berkonsultasi dengan dokternya. Padahal, kedua metode pengobatan ini sebenarnya dapat dilakukan bersamaan dan bisa saling menunjang dalam proses penyembuhan. "Dalam New England Journal of Medicine pada 1993 menyebutkan lebih dari 80 persen pasien menggunakan pengobatan alternatif bersamaan dengan pengobatan konvensional atau barat tanpa menginformasikannya kepada dokternya," kata dr Bimosekti Wiroreno SpA dari Klinik Hoo, Jalan Kompol Maksum 296, Semarang kemarin. Hal ini, lanjut dia, menunjukkan bahwa masih adanya hambatan komunikasi antara pasien dan dokternya dalam masalah pengobatan alternatif. "Untuk itulah Klinik Hoo ingin mengembangkan metode perpaduan pengobatan barat dan timur ini secara luas. Karena berdasarkan banyak kajian keduanya bisa saling menunjang, bahkan dapat mempercepat proses penyembuhan." Banyak Manfaatnya Direktur Pelaksana Klinik Hoo dr Djoko Merdikoputro SpPD menambahkan, perpaduan penggunaan pengobatan alternatif dan barat cukup banyak manfaatnya. Misalnya, dalam proses penyembuhan pada nyeri sendi, rematik dan migrain yang dilakukan dengan pemberian obat-obatan ditunjang dengan tusuk jarum. "Dosis obat yang diberikan pada pasien bisa lebih kecil, karena penyerapannya lebih mudah, sebab ditunjang oleh tusuk jarum. Hasilnya, ternyata cukup efektif dan biayanya jadi lebih murah," jelasnya. Klinik Hoo, kata dia, menerapkan konsep integratif medis barat dan timur yang merupakan layanan terpadu antara pengobatan barat dan tradisional China ini. "Kami juga mempunyai ahli pengobatan tradisional China yang merupakan lulusan dari Beijing University of Chinese Medicine. Pasien bisa langsung berkonsultasi di klinik ini. Sekaligus mengevaluasi hasilnya." Ahli Tradisional Chinese Medicine Tjoe Djin Sia mengatakan perpaduan barat dan timur sudah berkembang pesat baik di China, Amerika, maupun Eropa. Bahkan di beberapa negara, termasuk China sudah memiliki rumah sakit khusus untuk itu. "Pengobatan semacam ini banyak diterapkan pada pasien dengan nyeri haid, kemandulan, kegemukan, stroke, migrain, batuk, asma, gangguan pencernaan, dan lain-lain. Hasilnya terbukti cukup efektif," paparnya. (D2-73) |