logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Februari 2005 SEMARANG
Line

Kondisi Lingkungan Pengaruhi Kehidupan

SEMARANG-Kesadaran terhadap kebersihan lingkungan merupakan salah satu hal yang mendesak untuk memperoleh penekanan. Sebab, kondisi lingkungan amat mempengaruhi perikehidupan manusia.

Hal itu mengemuka pada Seminar Internasional dan Workshop Eko-arsitektur dan Lingkungan Tropis ke-2 yang digelar di Unika Soegijapranata, mulai Kamis (17/2) lalu. Acara itu merupakan seminar dan workshop serupa yang digelar pada Agustus 2000. Seminar dan workshop tiga hari itu merupakan ajang pertemuan para peneliti internasional dari Asia dan Eropa, untuk mengupas berbagai topik berkenaan dengan lingkungan-manusia-bangunan.

Dalam kegiatan itu, dibahas empat topik penting, yakni "Lingkungan sebagai Dasar Pendidikan", "Pengukuran Zat Bermasalah secara Sederhana", "Bahan Bangunan Ekologis", dan "Produksi Makanan, Memasak, dan Gizi". Informasi yang didapatkan dari pembahasan itu akan digunakan sebagai masukan untuk modul baru pada Lembaga Pendidikan Lingkungan-Manusia-Bangunan (LMB) Unika.

Prof Peter Schmid (Belanda) yang bertindak sebagai pembicara kunci menyampaikan pentingnya memelihara kearifan hidup berdampingan dengan alam. Alam telah memberikan contoh, bahwa prinsip-prinsip yang bersendikan harmoni memberikan keseimbangan dinamis. Prinsip harmoni itu kemudian mengilhami konsep naturelogy pada era 1970-an.

"Bandingkan dengan sekarang, orientasi kita lebih terarah pada bagaimana menguasai alam dan memanfaatkannya semaksimal mungkin. Konsep mengalahkan dan mengeksploitasi itu berujung pada ketidakseimbangan," paparnya.

Dengan mengamati dan belajar dari alam, kata Peter, manusia dapat hidup dan bertempat tinggal di tempat yang nyaman, baik sekarang maupun yang akan datang. Ini berarti, manusia bertanggung jawab terhadap sumber daya dan vitalitas alam untuk diwariskan pada generasi berikutnya.

Pembicara kunci lainnya Prof Dr Ir Budi Widianarko menyampaikan persoalan interaksi antara ekosistem dan kesehatan makanan. Kualitas makanan, kata dia, sedikit banyak ditentukan oleh kualitas lingkungan yang menghasilkannya. "Pencemaran lingkungan merupakan persoalan yang terus mendera negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Kurangnya pemahaman terhadap hukum dan regulasi soal itu, membuat persoalan pencemaran lingkungan meningkat," kata Budi. (amp-73)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA