logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Februari 2005 SEMARANG
Line

Taman Makam Pahlawan Mirip TPS

SEMARANG- Taman makam pahlawan Giri Tunggal ternyata lebih mirip sebagai tempat pembuangan sampah (TPS). Tumpukan barang buangan berupa potongan pohon tumbang dan bongkaran bangunan terlihat memenuhi lahan di pusat kota itu.

Ratusan warga, aparat kecamatan dan prajurit TNI Koramil terpaksa melakukan pengerukan, kemarin. Lokasi itu merupakan salah satu target aksi Jumat Bersih Resik-resik Kutha wilayah Semarang Selatan. Tingginya tumpukan sampah tersebut dikhawatirkan akan bertambah. Itu sebabnya, Camat Semarang Selatan Bimbong Yogatama SH melarang pembuangan sampah di sekitar makam.

''Bagi masyarakat yang punya kebiasaan membuang sampah dalam bentuk apa pun di TMP, kami harapkan pengertian dan kerja samanya agar tidak melakukannya lagi,'' tegas dia.

Bimbong mengungkapkan aksi pembuangan sampah di lingkungan TMP kebanyakan dilakukan oleh warga di luar Semarang Selatan. ''Kami pernah menaruh beberapa aparat kecamatan untuk berjaga-jaga di sini guna mencegah orang membuang sampah namun para oknum yang tidak bertanggung jawab itu malah mengancam petugas kami,'' ujarnya prihatin.

Kendati kegiatan Jumat Bersih dilakukan rutin di wilayahnya, namun dia tetap berharap masyarakat waspada saat musim penghujan karena berpotensi risiko terhadap demam berdarah (DB). ''Bantuan 1 beghoe dan 3 dump truk dari DPU Kota Semarang sangat membantu tugas warga membersihkan sampah,'' ujar Bimbong.

Hal senada diungkapkan Danramil Semarang Selatan Kapten Inf Sugeng W bersama Pasiter Kodim 0733/BS, Lettu Rusyanto. ''Mana wujud hormat kita pada pahlawan bangsa ini jika tempat peristirahatan mereka yang terakhir saja tidak kita rawat?'' tandasnya.

Kepada Suara Merdeka, Sugeng menambahkan pihaknya sangat mendukung gerakan yang dimobilisasi koran ini, New Exi Production dan Djarum 76 itu. ''Ini juga merupakan bentuk karya bakti kami, apalagi tanggal 1 Maret nanti, Kodam IV/Diponegoro akan merayakan hari jadinya ke-55.''

Di Pasar Gayamsari, aksi kebersihan dilakukan oleh Dinas Pasar yang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas, Tommy Y Said. Karena lokasi pasar sudah cukup bersih, pihak dinas hanya melakukan penyuluhan untuk membuang kotoran ke bak sampah. Hampir di semua lokasi, sejumlah pedagang dan kios telah memiliki tong sampah ukuran sedang.

Sebelum kunjungan, pedagang memang telah diberitahu sehingga mereka membersihkan sejumlah saluran. Meski demikian, pembuangan sampah selama ini telah ditangani secara khusus oleh petugas kebersihan setempat. ''Ada iuran khusus untuk membayar petugas pengangkut tong-tong sampah yang sudah penuh,'' ujar seorang pedagang.

Kegiatan bersih-bersih tersebut, kata Tommy, dilakukan secara rutin oleh pedagang bersama Kepala Pasar masing-masing. Namun, kunjungan sewaktu-waktu tersebut akan dilakukan sehingga pedagang bisa terkoordinasi untuk membersihkan lingkungan tempat mereka berjualan.

Sarasehan

Sementara itu dalam rangka kegiatan resik-resik kutha, Kamis malam lalu juga diselenggarakan sarasehan di Balai Kota Semarang. Dalam kegiatan yang dimeriahkan oleh penampilan grup campursari Radio POP FM tersebut, hadir seluruh camat dan lurah di Kota Semarang.

Dalam paparannya, Wisnu Pudjonggo selaku tim pemrakarsa resik-resik Kutha menyampaikan beberapa temuannya. Dia mengatakan, selama kegiatan berlangsung pihaknya masih mendapati tempat pembuangan sementara yang tidak representatif, jumlah kontainer tidak mencukupi, sarana pengangkut sampah kurang, jumlah tenaga kebersihan kurang, dan minimnya honor tenaga kebersihan itu.

Selain itu dia juga mendapati bahwa sebagian warga masih menunjukkan sikap yang kurang kooperatif, dan lemahnya budaya hidup bersih. Pada berbagai lokasi, masih dijumpai PKL yang sulit diatur. ''Banyak LSM sering mengkritisi kebersihan lingkungan, justru belum menampakkan kerjasama mereka,'' kata dia.

Dia mengatakan, untuk ke depan berbagai kekurangan itu akan diupayakan untuk diperbaiki. Selain itu perlu dilakukan pula upaya untuk menggerakkan warga agar mau melakukan pembersihan sarang nyamuk. ''Hal itu merupakan bagian dari upaya mencegah wabah demam berdarah,'' kata dia. (nrs, rei, G6- 84)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA