logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Februari 2005 SEMARANG
Line

Angkutan Alternatif

SELAMA ini warga Kota Semarang kebanyakan hanya melihat bajaj dari sinetron televisi. Namun sejak beberapa bulan terakhir ini, beberapa kendaraan produksi negeri Bollywood itu sudah mulai hadir di Kota Semarang.

Kendaraan yang sudah lazim beroperasi di Jakarta itu, Jumat (18/2) kemarin dicoba di halaman depan kantor Suara Merdeka Jl Pandanaran 30 Semarang dan jalan-jalan sekitarnya.

Salah satu anggota DPD dari Jateng Ir Budi Santoso yang kebetulan menyaksikan uji coba itu mengatakan, bajaj cocok untuk dioperasikan di wilayah tertentu, seperti daerah Candi. Jalan-jalan lingkungan di kawasan itu selama ini memang tidak terjamah angkutan umum. Becak pun tidak ada yang beroperasi di kawasan perbukitan itu. Contoh lain adalah beberapa bagian di Kecamatan Tembalang dan Banyumanik.

''Kalau tidak ada becak atau ojek, bajaj bisa sangat bermanfaat dan tidak akan menimbulkan konflik sosial,'' ujarnya.

Menurut pengamatan, kondisi di Candi sebenarnya tak jauh beda dengan lingkungan permukiman lain seperti Tanah Mas, Semarang Indah, atau Graha Padma. Untuk Tanah Mas memang sudah dilalui angkutan umum. Namun kendaraan tersebut tidak masuk ke jalan-jalan lingkungan. Maka tak ada salahnya, kebutuhan warga akan angkutan umum dipenuhi oleh bajaj.

Tak Berubah

Bentuk bajaj yang ditawarkan koperasi Sekawan Mulya Sejahtera, memang tak beda dengan kendaraan yang digunakan dalam sinetron Bajaj Bajuri (TransTV). Selama beberapa puluh tahun terakhir, bentuknya tak mengalami perubahan berarti. Rodanya hanya tiga dan satu di antaranya berada di depan. Slebor depan kendaraan itu berbentuk mirip dengan vespa.

''Kalau dipandang sepintas mirip kuthuk (anak ayam-red),'' ujar Ketua Koperasi Sekawan Mulya Sejahtera Ary Daryanto.

Tenaga penggerak kendaraan mungil itu adalah mesin 4 langkah (tak) berkapasitas 175 cc yang ditempatkan di bagian belakang kendaraan. Seperti sepeda motor pada umumnya, pendingin mesin kendaraan itu adalah udara.

Untuk menstater kendaraan itu, bisa dengan dua cara yakni elektrik dan manual. Hanya saja bedanya dengan sepeda motor, starter manual kendaraan itu dilakukan dengan cara menarik tuas di samping kiri pengemudi.

Konsumsi bahan bakarnya pun termasuk irit. Dengan kapasitas tangki BBM yang bisa menampung 7 liter premium, kendaraan itu bisa melaju dengan kecepatan maksimal 80 km/jam sejauh lebih kurang 210 km. Dengan kata lain, setiap 1 liter premium yang dikonsumsi kendaraan itu, bisa digunakan untuk melaju sejauh lebih kurang 30 km.

Seperti lazimnya kendaraan lain, kendaraan itu juga dilengkapi lampu sorot, lampu sein, wipper (pembersih kaca) yang digerakkan dengan energi listrik dari accu 12 volt. Sementara untuk melindungi pengemudi dan penumpangnya, kendaraan itu dilengkapi pula dengan penutup dari terpal. Meski dari pabriknya, kendaraan itu belum dilengkapi dengan sabuk keselamatan namun perlengkapan itu bisa dipasang sendiri.

Saat dicoba di Jalan Pandanaran sekitar kantor Suara Merdeka, terbukti banyak warga tertarik dengan kendaraan yang berkapasitas 3 orang penumpang itu. Beberapa pengendara motor bahkan menyempatkan berhenti untuk melihat kendaraan itu. Ada pula ada yang menanyakan harga kendaraan itu dan kemungkinan modifikasinya. ''Dibanding sepeda motor, bajaj lebih cocok untuk keluarga kecil yang memiliki dua anak,'' ujar Aries seorang warga.

Lanjut Ary Daryanto, dalam proposal usulan yang disampaikan koperasi SMS ke Dinas Perhubungan, tercantum pula hasil survey yang dilakukan pada 150 responden. Mereka adalah tukang becak, tukang ojek, sopir angkutan kota dan taksi, serta calon pengguna. Hasil survey itu menunjukkan, sekitar 84 % tukang becak setuju jika bajaj dioperasikan di Kota Semarang. Sementara itu dari 150 tukang ojek, 71 % di antaranya juga menyatakan setuju. Tanggapan senada juga disampaikan oleh 73 % responden yang bekerja sebagai sopir angkutan umum dan taksi. Sementara untuk pengguna, sekitar 89% juga menyatakan setuju jika bajaj dioperasikan di Semarang.

''Dengan mempertimbangkan topografi Kota Semarang, bajaj merupakan angkutan alternatif yang aman dan nyaman,'' kata ujarnya. (Purwoko-84)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA