| Sabtu, 19 Februari 2005 | KEDU & DIY |
Taman Burung Lengkapi Taman Wisata BorobudurMAGELANG - Akhir Februari ini, ''koleksi'' Taman Borobudur akan bertambah lagi. Paling tidak setelah taman burung yang dibangun di bagian barat lokasi taman wisata itu diresmikan. Menurut pengelola taman burung Bayoe Hartadi Soeharto, saat ini pihaknya baru memanfaatkan 1,2 hektare dari dua hektare areal yang tersedia di Bukit Dagi itu. Dia mengatakan, nantinya burung-burung koleksi tamannya tersebut adalah burung yang mempunyai korelasi dengan relief-relief burung yang ada di Candi Borobudur. Sebagai contoh, dalam relief ada Sang Buddha Gautama yang bereinkarnasi menjadi burung pelatuk. Dalam suatu perjalanan di hutan, dia bertemu dengan seekor harimau yang sedang kesakitan karena giginya terjepit tulang kijang yang dimangsanya. Si burung pelatuk minta harimau untuk membuka mulutnya, kemudian burung itu mencabut tulang yang menyelip di mulut harimau. Harimau berterima kasih atas pertolongan si burung pelatuk. Pada kesempatan lain, burung pelatuk kesulitan mencari makan dan dia bertemu dengan harimau yang pernah ditolongnya. Si pelatuk mencoba meminta tolong kepada harimau agar mau berbagi makanan dengannya. Namun harimau tidak mau menolongnya. Si pelatuk merasa bersedih hati, namun tidak marah. ''Kita harus mencoba memahami bahwa kalau menolong sesama, maka kita tidak boleh mengharapkan balasan karena justru akan menimbulkan kesengsaraan,'' kata Bayoe. Saat ini baru sekitar 20 spesies burung yang ada. Di antaranya merpati dari tujuh negara, angsa, bango tutong, ayam onagagori dari Kaisar Jepang, parkit, kalong, muri merah dan hijau, pipit merah, kutilang, kakak tua jambul hijau, kakak tua jambul kuning, ayam mutiara, dan lainnya, ''Nantinya, jika sesuai dengan relief di candi, paling tidak ada 50 jenis burung,'' ujarnya. Lomba Fotografi Berkaitan dengan acara peresmian tersebut, maka pada 5-6 Maret 2005 akan diadakan lomba fotografi. ''Kami bekerja sama dengan XL Bebas, Garuda Indonesia, dan Fotografer Net untuk menggelar lomba fotografi dan foto model se-DIY dan Jateng.'' Dia menyebutkan hingga kini sekitar 57 sekolah model dan 14 kelompok komunitas fotografi yang masing-masing memunyai 50-100 anggota, sudah mengirimkan kesanggupannya untuk ambil bagian. Namun pihaknya belum bisa menentukan, sebab masih menyeleksi sejumlah tawaran tersebut. Mengenai hadiah bagi para juara, Bayoe menyebutkan, pemenang tiap-tiap kategori diberi hadiah tiket wisata tiga hari ke Batam, menggunakan pesawat Garuda Indonesia serta menerima uang saku Rp 1 juta. Pada saat lomba, para peserta juga dipertemukan dengan para model, agency, dan fotografer Jakarta agar bisa saling tukar pengalaman dan wawasan. ''Siapa tahu dari sini para model Jateng dan Yogya punya kesempatan jadi top model di Jakarta,'' ujarnya. Bagi yang berminat mengikuti lomba fotografi tersebut, panitia membuka pendaftaran mulai 18 Februari - 8 Maret 2005 di Tugu TV Jl Suroto 14 Kotabaru Yogya. Peserta juga bisa menghubungi Yuni/Adi melalui telepon 0274-545666. ''Saat lomba, kami juga mengisi kegiatan dengan atraksi binatang oleh para kolektor yang umumnya mahasiswa, seperti ular piton, iguana, wau-wau serta atraksi gajah koleksi dari Taman Wisata Candi Borobudur.'' (C8-17m) |