logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Februari 2005 INTERNASIONAL
Line

H5N1 Bisa Sebabkan Penyakit Lain

HANOI - Virus flu burung dapat menyebabkan penyakit-penyakit lain, seperti radang otak (encephalitis), diare, dan gejala-gejala lainnya yang tidak mirip dengan penyakit pernapasan biasa. Demikian hasil riset tim dokter internasional yang diumumkan Jumat kemarin.

Tim dokter itu melaporkan dua kasus kematian akibat radang otak di Vietnam selatan. Kedua kasus itu dialami seorang bocah perempuan berusia sembilan tahun dan adiknya (4) tahun lalu.

Kematian dua bocah tersebut masih menjadi misteri sampai para peneliti memeriksa sampel jaringan tubuh mereka. Tim peneliti itu kemudian menemukan virus flu unggas dalam sampel tersebut.

''Kasus itu memberikan kesan bahwa spektrum klinis virus flu H5N1 lebih luas dari dugaan sebelumnya. Karena itu, virus tersebut berdampak penting pada respons kesehatan masyarakat terhadap flu unggas,'' tulis para peneliti itu di New England Journal of Medicine.

''Temuan itu diperoleh pada akhir 2004 setelah kami menguji beberapa ratus sampel,'' kata Dr Tran Tinh Hien, wakil kepala Rumah Sakit Kota Ho Chi Minh Khusus Penyakit Tropis, kepada Reuters. Dia juga penulis dalam penelitian tersebut.

Temuan tersebut merupakan bagian dari program riset antara Oxford University (Inggris) dan beberapa RS di Vietnam, untuk meneliti penyakit-penyakit tropis serius di negara itu. Salah satunya adalah penyebab radang otak di Vietnam selatan.

Radang Otak

Hien mencatat, virus flu secara umum diketahui dapat menimbulkan radang otak dan merusak sistem pernapasan, syaraf, dan pencernaan. Virus itu juga bisa berpengaruh buruk pada jantung, ginjal, dan hati.

''Namun kami belum pernah menemukan kasus radang otak di kalangan pasien yang meninggal akibat flu burung di Vietnam,'' kata Hien.

Belum diketahui pasti, berapa banyak anak yang terinfeksi. ''Saat anak-anak itu sakit, keluarga mereka memelihara ayam jago aduan yang tampak sehat. Banyak ayam dan bebek saat ini di dusun itu dan sungai sejak awal 2004. Namun tidak seekor pun menderita sakit,'' tulis tim dokter tersebut.

''Hanya jika masa inkubasinya luar biasa lama, maka penularan kakak-adik bisa terjadi,'' tambah mereka. ''Kendati demikian, virus pada contoh kotoran yang diteliti menjadi sumber sorotan utama. Sebab, kotoran itu memperlihatkan jalur potensial penularan antarmanusia. Hal itu terutama berkombinasi dengan kondisi lingkungan dan diare.''

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) khawatir, H5N1 bercampur dengan virus influenza manusia atau flu babi. Misalnya, H5N1 menginfeksi seseorang yang tengah menderita flu manusia.

Dengan cara demikian, H5N1 dapat dengan mudah menular di antara manusia. Virus jenis baru seperti itu bisa membunuh puluhan juta orang.

Dengan adanya temuan tim dokter tersebut mengenai kasus kematian bocah lelaki berusia empat tahun, jumlah korban tewas akibat flu burung kini menjadi 46 orang (33 adalah warga Vietnam, 12 Thai, dan seorang Kamboja). H5N1 telah membunuh 80 persen orang yang didiagnosis terinfeksi virus tersebut.

Para pakar flu mengatakan, sebagian orang mungkin tidak menderita sakit yang berakibat fatal, sehingga sulit untuk menghitung angka kematian yang sesungguhnya.

Media pemerintah kemarin melaporkan, para ilmuwan Vietnam akan melakukan uji klinis vaksin baru pada manusia, guna menangkal infeksi virus flu burung yang mematikan. Sebelumnya, tes vaksin yang dilakukan pada ayam dan tikus memperlihatkan hasil yang menggembirakan. Pemerintah Vietnam menyatakan akan membantai ternak unggas di kota-kota besar, dalam upaya memerangi virus flu burung tersebut. (rtr-ben-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA