| Sabtu, 19 Februari 2005 | INTERNASIONAL |
Putin Yakin Iran Tak Kembangkan NuklirMOSKWA - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, Jumat kemarin, bahwa dia yakin Iran tidak mencoba mengembangkan senjata nuklir, dan Rusia akan melanjutkan kerja sama nuklir dengan Republik Islam itu. Pembelaan Putin mengenai Iran itu disampaikan saat AS khawatir Teheran kemungkinan menggunakan teknologi Rusia untuk mengembangkan senjata nuklir. Rusia diketahui tengah membangun pembangkit tenaga nuklir (PLTN) di Iran. ''Langkah-langkah terakhir Iran itu meyakinkan Rusia bahwa Teheran tidak ingin memproduksi senjata nuklir. Dan kami akan terus membangun hubungan di semua sektor, termasuk energi atom untuk kepentingan damai,'' kata Putin kepada Hassan Rohani, juru runding senior Iran untuk isu nuklir. ''Kami berharap, Iran akan tetap mematuhi semua kesepakatan dengan Rusia atau komunitas internasional,'' kata Presiden Rusia itu, saat memulai pembicaraan dengan Rohani di Kremlin. Washington mengecam Moskwa karena melanjutkan pembangunan reaktor berkapasitas 1.000 megawatt di Bushehr, Iran selatan. Pejabat tinggi nuklir Rusia menurut rencana bakal berkunjung ke Iran pekan depan, untuk menyelesaikan program teknis final yang telah dimulai tahun ini. Persoalan hubungan nuklir Rusia dengan Iran tentu menjadi pokok bahasan dalam pertemuan puncak antara Putin dan Presiden AS George W Bush di Bratislava, ibu kota Slowakia, pada 24 Februari. Bush, Kamis lalu, mengatakan dia akan menggunakan upaya diplomasi untuk meyakinkan Iran bahwa komunitas internasional tidak bisa menerima Teheran mengembangkan senjata nuklir. Dia akan memanfaatkan kunjungannya pekan depan ke Eropa untuk menyusun strategi ''bersama'' guna mengatasi ambisi nuklir Teheran. Iran membantah telah mengembangkan senjata nuklir. Teheran menyatakan, teknologi atomnya hanya untuk keperluan PLTN. Rohani mengatakan, Moskwa dapat memainkan peran signifikan dalam perundingan dengan Inggris, Prancis, dan Jerman mengenai Iran. Ketiga negara Eropa itu memelopori upaya untuk menemukan solusi diplomatik tentang ambisi nuklir Iran.(rtr-ben-46) |