| Sabtu, 19 Februari 2005 | INTERNASIONAL |
Peringatan Asyura Rusuh 20 Warga Irak TewasBAGDAD - Serangan bom jibaku menewaskan sedikitnya 17 orang di dua masjid Syiah di Bagdad, Jumat kemarin, ketika ribuan muslim Syiah memperingati Asyura. Secara terpisah, sebuah roket mendarat di dekat kantor polisi dan nyaris menghantam masjid di distrik Syiah di Bagdad baratlaut. Tiga orang tewas dan lima lainnya menderita luka-luka akibat tembakan roket tersebut. Dalam serangan pertama, seorang pria yang mengenakan sabuk bom meledakkan diri di dekat sebuah masjid di wilayah Doura, Bagdad baratdaya. Akibatnya, 15 orang tewas dan 33 lainnya luka-luka, kata pejabat Rumah Sakit Yarmouk. Tak lama setelah itu, satu ledakan mengguncang masjid lain Syiah di Bagdad barat. Polisi semula menduga ledakan itu akibat tembakan mortir. Namun kemudian mereka mengatakan, dua pelaku bom jibaku terlihat mendekat kerumunan massa di luar masjid. Petugas lalu menembak mereka. Kendati demikian, seorang di antaranya telanjur meledakkan diri. Sedikitnya dua orang tewas dalam insiden tersebut. Tuding Zarqawi Mowaffaq al-Rubaie, penasihat keamanan nasional Irak, mengatakan kepada CNN bahwa dia yakin Abu Musab al-Zarqawi berada di balik serangan itu. Zarqawi adalah militan Yordania yang menjadi pemimpin sel Al Qaedah di Irak. Dia mengklaim telah melancarkan banyak serangan mematikan di negara itu. Serangan-serangan bom terjadi kemarin ketika ribuan muslim Syiah tumpah ruah di ibu kota Irak tersebut untuk memperingati Asyura. Kerumunan massa itu sekaligus menunjukkan kekuatan aliansi Syiah yang sehari sebelumnya dikukuhkan sebagai pemenang pemilu 30 Januari lalu. Syiah, yang jumlahnya mencapai 60 persen dari penduduk Irak tetapi telah puluhan tahun ditindas rezim Saddam Hussein, akhirnya meraih kekuasaan politik untuk kali pertama dalam sejarah Irak. Serangan-serangan bom kemarin mengingatkan orang pada peristiwa berdarah Asyura tahun lalu. Saat itu, 170 orang tewas dalam serangan bom di Bagdad dan Karbala, kota suci di selatan Bagdad. Abdul-Aziz al-Hakim - ketua Dewan Agung untuk Revolusi Islam di Irak (SCIRI), partai utama dalam aliansi Syiah yang memenangi pemilu 30 Januari - menyerukan persatuan Irak di tengah massa yang memperingati Asyura tersebut. ''Saya serukan agar seluruh rakyat Irak bersatu. Saya katakan kepada setiap orang bahwa Irak yang kita inginkan adalah Irak yang bersatu dan aman. Setiap warga negara, tanpa terkecuali, merasakan keadilan dan kesetaraan,'' katanya, kepada massa yang meneriakkan: ''Hussein, Hussein!'' dan ''Allah Mahabesar!'' ''Kita ingin Irak menjadi negara di mana setiap orang ambil bagian dalam membangunnya. Kita ingin sistem yang memberikan hak kepada seluruh rakyat,'' kata Hakim. ''Kita bisa mengatakan sekarang bahwa kita terbuka kepada seluruh warga Irak. Karena semuanya adalah mitra kita di negara ini,'' tambahnya. Pidatonya itu mencerminkan keinginan kuat muslim Syiah untuk melibatkan kaum Suni dalam proses politik Irak. Prosesi Pemakaman Dalam peringatan Asyura kemarin, hanya ada sejumlah kecil petugas polisi di tempat perayaan. Namun banyak anggota Organisasi Badr, milisi Syiah yang sangat setia kepada SCIRI, berjaga-jaga di lokasi tersebut. Jamaah Syiah itu juga melakukan prosesi pemakaman tiga anggota Organisasi Badr. Menurut SCIRI, ketiganya dibunuh di dalam tahanan polisi Irak di Bagdad awal bulan ini. Departemen Dalam Negeri Irak menyatakan sedang menyelidiki kematian mereka.(rtr-ben-46) |