| Sabtu, 19 Februari 2005 | EKONOMI |
Target Isuzu Jual 25.000 UnitJAKARTA-Tahun ini Isuzu menargetkan penjualan 25 ribu unit kendaraan atau meningkat 8% dari 2004. Suparno Djasmin, Chief Executive Officer PT Astra International Daihatsu selaku dealer merek tersebut optimistis rencana kenaikan harga BBM tidak akan memengaruhi penjualan kendaraan yang berkonsentrasi pada mesin diesel itu. Tahun lalu Isuzu menjual 23 ribu unit kendaraan atau naik sekitar 20% dari tahun 2003 sebanyak 19 ribu unit. ''Tahun ini kami optimistis minimum penjualan 25 ribu unit bisa tercapai. Januari saja sudah laku 2.300 unit,'' tutur Suparno di sela-sela Isuzu Parts Dealer Meeting, baru-baru ini. Dari target penjualan 25 ribu unit, lanjut dia, 40% diharapkan disumbang Panther yang beberapa tahun terakhir selalu memberi kontribusi terbesar. Sisanya 9 ribu dari penjualan pikap, 6 ribu Elf, dan seribu unit dari D Max. Menurut After Sales Service Division Head, Lili Herman, penjualan pada 2004 lebih tinggi karena ada peningkatan volume penjualan Elf, kendaraan jenis light truck sebesar 15%. ''Tahun ini rencana pengembangan varian baru lebih mengarah pada jenis truk. Panther baru face lift (ganti penampilan) Agustus 2004,'' jelasnya. Suparno menambahkan kenaikan harga BBM tidak akan berpengaruh karena pengguna pikap dan minibus diesel sudah merasakan nilai ekonomis kendaraan jenis itu. ''Berdasarkan pengalaman kenaikan harga BBM tahun 2002-2003 tampak konsumen melihat Panther lebih irit bukan karena harga bahan bakarnya yang lebih murah dari bensin. Meski harganya sama penggunaan BBM kendaraan diesel tetap lebih irit dan efisien,'' ujarnya. Dari segi durability, kata dia, macet dua tiga jam bukan masalah. Apalagi jika nanti berlaku pembatasan kadar oktan pada kendaraan berbahan bakar bensin. (A20-53) |