| Sabtu, 19 Februari 2005 | EKONOMI |
Lima Miskin Membuat UMKM DimarginalkanJAKARTA-Janji pemerintah mendukung perkembangan sektor UMKM harus segera direalisasi secara konkret. Jika terlambat memberi bantuan maka dikhawatirkan akan menambah jumlah penganggur yang ongkos sosialnya lebih besar. Menurut Ketua Kadinda Solo Drs H Hardono MBA, saat ini ada lima miskin yang dihadapi UMKM, yakni miskin modal usaha, manajemen, jaringan, sumber daya manusia, serta informasi. ''Lima miskin itulah yang membuat sektor UMKM tampak makin kecil dan dimarginalkan,'' ucapnya di Jakarta, kemarin. Perhatian pemerintah yang minim, lanjut dia, juga tercermin di daerah. Kondisi itu menyebabkan overhead cost produk yang dihasilkan UMKM di pasar nasional dan global sehingga kurang bisa bersaing karena harganya mahal. Peraturan perbankan yang ketat berupa persyaratan kredit yang rumit, agunan, dan suku bunga kredit yang masih tinggi, kata dia, selama ini selalu menjadi momok bagi pertumbuhan dan pengembangan sektor UMKM di daerah. Mencari Aman Aktivitas usaha para pelaku UMKM untuk menghidupi keluarganya, ujar dia, bukan merupakan jaminan yang layak untuk memperoleh kredit dari perbankan. Padahal di negara-negara lain peran pemerintah dalam melindungi sektor UMKM sangat tinggi. ''Perbankan kita hanya mencari aman sehingga pelaku UMKM di daerah lebih banyak mengandalkan sumber pendanaan dari lembaga-lembaga keuangan nonbank meskipun bunganya tinggi,'' ujarnya. (wa-53) |