logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Februari 2005 EKONOMI
Line

Kredit UMKM Naik

JAKARTA-Kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada Desember 2004 meningkat sangat signifikan. Demikian pula pangsanya terhadap total kredit perbankan.

Sampai triwulan IV 2004 ekspansi kredit yang disalurkan ke sektor UMKM adalah Rp 72,03 triliun atau 187,1% dari total rencana bisnis perbankan 2004 senilai Rp 38,5 triliun.

Jumlah itu meningkat cukup tinggi dibandingkan dengan persentase realisasi terhadap rencana bisnis perbankan 2003 yang hanya 63,8% dari Rp 42,3 triliun.

''Hal itu sangat menggembirakan sekaligus menunjukkan indikasi perbankan mulai menilai UMKM sebagai bisnis yang potensial. Kondisi demikian diharapkan dapat terus berkembang,'' kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Maulana Ibrahim di Gedung BI Jakarta, kemarin.

Penurunan angka undisbursed loan atau kredit perbankan yang tak dicairkan hingga 21,3% dari outstanding dibandingkan dengan 2003 yang mencapai 23,1%, lanjut dia, terjadi antara lain karena sebagian komitmen kredit UMKM tahun 2003 dapat disalurkan pada 2004.

''Outstanding kredit UMKM tahun 2004 meningkat sebesar 32,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya,'' tambahnya.

Pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan, menurut dia, juga meningkat dari 48,5% pada tahun 2003 menjadi 50,5% pada 2004.

Berdasarkan kelompok bank, penyaluran kredit UMKM terbesar dilakukan oleh bank swasta nasional devisa (41,7%) dan diikuti oleh bank persero (35,7%).

Portofolio kredit terbesar, lanjut dia, ada pada kredit mikro atau kredit sampai Rp 50 juta dan kredit kecil atau Rp 50 juta sampai Rp 500 juta yang mencapai 70,8%.

Penyaluran kredit terbesar berdasarkan sektor ekonomi adalah ke sektor perdagangan (23,7%) dan diikuti sektor perindustrian (9,4%), dan jasa dunia usaha (5,5%), meskipun sektor lain-lain termasuk di dalamnya konsumsi dan kartu kredit tetap memiliki porsi terbesar, yakni 51%.

Non performing loans (NPL) atau kredit bermasalah UMKM, tutur dia, lebih kecil dibandingkan dengan NPL total kredit perbankan dan menunjukkan kecenderungan membaik dari tahun sebelumnya.

Pada 2004 NPL sektor UMKM sebesar 3,44% atau lebih kecil 0,86% dari tahun sebelumnya sebesar 4,3%, sedangkan NPL kredit perbankan mencapai 4,5% atau senilai Rp 25,2 triliun yang berarti membaik dari tahun sebelumnya sebesar 6,7% atau senilai Rp 29,5 triliun. (bn-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA