logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Februari 2005 BUDAYA
Line

Joice Triatman Wakil Jateng pada Miss Indonesia 2005

PADA ajang Miss Indonesia 2005 yang bakal digelar RCTI, Jateng diwakili Joice Triatman. Untuk bisa meraih predikat terbaik, gadis kelahiran 2 April 1980 itu harus menyisihkan 32 wakil dari provinsi lainnya. Tentu saja itu tak mudah namun Joice tetap optimistis meraihnya.

Dengar saja ucapan dia pada kedua orang tuanya sehari setelah menjalani karantina di Jakarta sejak 11 Februari lalu. ''Mami, Papi, jangan kecewa ya kalau aku tak dapat nomor satu. Saingannya berat-berat. Tapi aku akan berusaha sebaik mungkin. Doakan selalu, ya...''

Kedua orangtuanya, Santoso H Triatman (advokat senior) dan Susan Triatman, pun memiliki optimisme serupa. ''Harapannya sih dia nomor satu. Dia siap kok untuk itu,'' tegas mereka saat ditemui Suara Merdeka.

Menurut sang ibu, sejak kecil Joice menunjukkan bakat dan minatnya yang besar menjadi presenter. Dia pun tergolong gadis yang luwes dalam bergaul. Uniknya, bidang yang berkenaan dengan dunia model belum lama dijalaninya.

''Sejak lama dia berkeinginan jadi presenter. Dia pernah ikut tes pada sebuah TV, tapi gagal. Tapi agaknya keinginan dia jadi entertainer tak pernah padam,'' tutur Susan.

Karier dan perhatian serius di bidang model baru dimulai Joice selepas lulus dari Jurusan Matematika FMIPA Universitas Parahyangan Bandung akhir 2003. Tak pulang ke rumah orangtuanya di Semarang, gadis cantik itu memilih meniti karier di Jakarta.

Di bidang matematika sesuai studinya? Tidak! Dia memilih bidang model dengan mengikuti lomba ''Wajah Femina'' yang digelar majalah wanita tersebut. Dia menjadi finalis dan terikat kontrak dengan majalah tersebut untuk menjadi model majalah atau iklan. Dan Joice sangat menikmati hal itu.

Melenceng

Jalur jalan yang ditapak Joice semakin melenceng dari bidang studi yang dipelajarinya di Bandung. Santoso dan Susan awalnya memang agak keberatan. ''Tapi kemauannya begitu keras, jadi kami hanya bisa mendorong saja,'' ujar Santoso.

Meskipun belum begitu tinggi jam terbangnya, profesi presenter yang diidam-idamkan sejak kecil sempat dirasainya. Dia pernah tampil untuk beberapa hari di dua TV sebagai presenter untuk acara tertentu.

Dalam ajang Miss Indonesia 2005, nasib pemain piano yang pernah belajar pada Bubi Chen ini untuk masuk ke final atau tidak ditentukan hari ini (Sabtu, 19/2). Apakah dia lolos ke final atau harus tersisih.

''Kalau bicara saingannya, memang berat. Kabarnya, ada yang telah jadi dokter, bahkan ada yang lulusan University of Ohio AS.''

Tapi ibarat pepatah sekali langkah diayunkan, pantang surut ke belakang, putri bungsu dari tiga bersaudara itu tak mau patah arang sebelum ''bertanding''. Apalagi memang Joice termasuk orang yang keras hati.

Niatannya bersekolah broadcasting di Unvisersityof Technology of Sydney, Australia, yang tertunda karena terikat kontrak dengan Femina adalah wujud kekerashatiannya ingin berkarier di bidang tersebut. Untuk kekerashatian serupa itu, dia pantas mendapat dukungan, terutama dari warga Jateng yang diwakilinya. (Saroni Asikin-81)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA