logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 19 Februari 2005 BANYUMAS
Line

Kejaksaan Negeri Akan Kerja Sama dengan KPK

CILACAP-Kejaksaan Negeri menyatakan akan menuntaskan pengungkapan kasus dugaan korupsi APBD 2003-2004 serta penyimpangan sejumlah proyek pembangunan. Saat ini lembaga penegak hukum itu bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyelidiki masalah tersebut.

Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Negeri Joko Subagyo, kemarin.Dia menyatakan tidak main-main mengungkap kasus dugaan korupsi. ''Kami serius. Tak ada istilah berhenti di tengah jalan. Apalagi nego-negoan.''

Dia mengemukakan hal itu karena mendengar kabar kasus tersebut akan dihentikan setelah pihak tertentu menjanjikan sesuatu ke penyidik. Dia mengakui belum berani menyebut berapa dana yang diduga diselewengkan dan siapa saja yang jadi tersangka. Begitu pula aktor intelektualnya. Kejaksaan melangkah, kata dia, berdasar asas praduga tak bersalah.

"Hal itu akan terlihat setelah ada peningkatan status dari penyelidikan ke penyidikan. Kemungkinan setelah Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Agung mengekpose hasil klarifikasi dan setelah ada perintah lebih lanjut."

Jalan Terus

Dia menjamin tak akan menghentikan pengungkapan kasus itu. Kejaksaan juga akan mengusut dugaan korupsi di pos APBD lain yang belum tergarap.

''Saat ini baru penyelidikan. Semua sudah selesai dan kami laporkan ke Kejaksaan Tinggi. Nanti, setelah diekpose di sana, akan kelihatan berapa dana yang diduga dikorupsi dan siapa aktor intelektualnya. Namun itu belum kami lakukan karena menunggu petunjuk dan perintah lebih lanjut,'' ujar Joko.

Dia mengatakan, dalam pengungkapan kasus itu ada wewenang yang ditangani Kejaksaan Negeri dan ada yang ditangani Kejaksaan Tinggi. Kejaksaan Negeri sekarang menyelidiki dan mengumpulkan data.

''Kabarnya KPK akan turun menyelidiki kasus ini. Kalau KPK turun biasanya ada dugaan penyimpangan minimal Rp 1 miliar. Itu malah bagus, sehingga kami bisa saling dukung. Karena itu dalam waktu dekat kami berkoordinasi dengan mereka,'' kata Joko, yang dihubungi saat berada di Jakarta untuk menyelesaikan pendidikan yang tinggal beberapa pekan ini.

Kendati tidak berada di Cilacap, dia tetap memantau dan terus mengoordinasi tim penyidik. Empat personel ditunjuk untuk meminta klarifikasi dari sejumlah pejabat eksekutif dan legislatif. Adapun untuk meneruskan pengungkapan kasus itu tak tertutup kemungkinan dibentuk tim khusus. Jadi pengungkapan terfokus dan cepat selesai. (G22-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA