| Jumat, 18 Februari 2005 | NASIONAL |
Aneka Warta59 Pendonor Terjangkit HIVMALANG - Meksipun darah pendonor yang teridentifikasi HIV-AIDS dimusnahkan di RS Syaiful Anwar Malang, data selama tahun 2004 menunjukkan dari 23.528 pendonor di Kota Malang ternyata 59 orang di antaranya teridentifikasi HIV-AIDS. Data resmi di rumah sakit itu juga menunjukkan jumlah pasien penderita HIV/AIDS sejak 1997 hingga kini mencapai 83 orang terdiri atas 70 pria dan 13 wanita. Dari jumlah itu yang meninggal 31 penderita. Sedangkan yang masih dirawat pada periode yang sama sebanyak 55 orang dengan klasifikasi yang berusia antara 20 - 29 tahun 39,8% dan usia antara 30 - 39 tahun sebanyak 42,2%. ''Padahal yang di luar rumah sakit jumlahnya lebih banyak lagi,'' kata Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV-AIDS (KPA), dr Eni Sekar Rengganingati, didampingi Kabag Humas Pemkot Malang Poedjiono, baru-baru ini. (jo-33t) Hamzah Tak Membuka Silatnas JAKARTA- Sekretaris Umum DPP PPP Yunus Yusfiah membantah adanya anggapan bahwa Ketua Umum DPP PPP Hamzah Haz akan menghadiri dan membuka silaturahmi nasional (silatnas) kader. ''Itu tidak benar, karena kegiatan tersebut tidak ada hubungan fungsional dan struktural dengan DPP PPP,'' katanya di Jakarta, kemarin. Panitia Silatnas Kader PPP yang diketuai oleh Usyamah Hisyam sejak kemarin telah menyebarkan undangan kepada para anggota Fraksi PPP DPR RI, termasuk Yunus Yosfiah. Dalam surat undangan yang menggunakan tanda gambar atau lambang Kakbah itu tertera susunan acara antara lain setelah panitia pelaksana Usyamah Hisyam menyampaikan laporan, dilanjutkan sambutan pembukaan yang akan disampaikan Ketua Umum DPP PPP DR H Hamzah Haz. Namun, Yunus Yusfiah menilai, pencantuman nama Hamzah sebagai gaya memanipulasi dari panitia silatnas seakan-akan Hamzah akan hadir dalam acara yang mereka buat. ''Saya baru bicara dengan Pak Hamzah, beliau tidak mungkin mau menghadiri apalagi disebut akan memberi sambutan dalam acara tersebut,'' ujarnya. (nas-87t) Barang Bukti Pisau Dicari JAKARTA- Tiga tersangka kasus pembunuhan istri pejabat BIN dan sopir pribadinya, sampai kemarin (17/2) masih diperiksa di Mapolda Metro Jaya. Adapun tersangka lain, Leo Hasibuan, menjalani pemeriksaan di Denpom Kodam Jaya. Polisi masih mencari pisau yang digunakan untuk menganiaya dan menusuk korbannya sampai tewas. Barang bukti pisau diduga dibuang ke Kalimalang. ''Sampai saat ini kita masih menyelam di sungai Kalimalang untuk mencari pisau. Namun belum ada hasil,'' kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Mathius Salempang. (bu-83t) PP Penyiaran Akan Diterbitkan BANDUNG- Saat ini pemerintah tengah menyiapkan peraturan pemerintah tentang penyiaran. Peraturan itu nantinya mengatur tentang tayangan yang berpotensi merusak moral bangsa dengan memperhatikan muatan dari isi tayangan termasuk sinetron dan mistik. Rencananya PP tersebut akan diterbitkan Januari lalu. ''Setelah dilakukan perbaikan kecil, diharapkan Februari ini PP tersebut sudah ditandatangani Presiden,'' kata staf ahli Menkoinfo Bidang Hukum, Ahmad M Ramli, kemarin, di Bandung. (dwi-83t) Ba'asyir Pesimistis Persidangan Dirinya JAKARTA- Ustadz Abu Bakar Ba'asyir mengaku pesimistis dengan proses persidangan dirinya. Rasa pesimistis itu berdasarkan firasatnya yang mengatakan hakim dalam membuat keputusan besar kemungkinan akan diintervensi kekuatan dalam dan luar negeri yang antisyariat Islam . ''Ada campur tangan asing dari teroris Bush dan antek-anteknya di negeri ini. Jadi pembelaan saya ini seolah-olah tidak ada gunanya, karena firasat saya tadi,'' kata pria kelahiran Jombang 17 Agustus 1938 tersebut saat membacakan pledoinya. (F4-83t) Mestinya Dephub Tegur Lion Air JAKARTA- Iklan Maskapai Penerbangan Lion Air di beberapa media cetak, Selasa 15 Februari 2005 dengan judul "Kondisi Landasan Adi Sumarmo Penyebab Kecelakaan Lion Air" mendapat tanggapan berbagai kalangan. Salah satunya pakar telematika Roy Suryo yang menuding iklan itu tidak etis. Sementara itu, PT Angkasa Pura sebagai pengelola bandara Adi Sumarmo Solo menilai advertorial Lion Air tidak lengkap dan cenderung merugikan pihaknya. Tanggapan serupa dikemukakan mantan Dirjen Perhubungan Udara Sunaryo, pengamat penerbangan Kemis Martono, dan pengajar Sekolah Tinggi Manajemen Transportasi Trisaksi Suharto Abdulmajid. Intinya mereka menilai Dephub lalai menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap operator penerbangan pascapolemik advertorial Lion tentang penyebab kecelakaan Lion Air, LNI-538 di Bandara Adi Sumarmo, Solo (30/11/2004). "Mestinya Dephub selaku regulator bertindak cepat menegur Lion Air, setelah maskapai ini mem-'blow-up' dengan memasang advertorial penyebab kecelakaan Solo di media massa yang ternyata tak lengkap dan cenderung merugikan pihak lain," kata Suharto dalam diskusi terbatas, kemarin. (bn-83) |