logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 18 Februari 2005 BANYUMAS
Line

Empat Kabupaten Terima Dana untuk Serap Gabah saat Panen

PURWOKERTO- Empat kabupaten di eks Karesidenan Banyumas, yakni Banyumas, Cilacap, Purbalingga, dan Banjarnegara, tahun ini kembali menerima dana dari pemerintah pusat. Dana itu untuk program pengamanan harga gabah di tingkat petani saat panen.

Panen raya diperkirakan mulai awal Maret. Saat ini panen bersifat sporadis. Dana bantuan lembaga usaha ekonomi pedesaan itu diberikan ke koperasi unit desa (KUD), yang disalurkan pemerintah kabupaten.

Dana dari pos APBN untuk Banyumas Rp 1,2 miliar, Cilacap Rp 2,5 miliar, serta Purbalingga dan Banjarnegara sama-sama Rp 1,2 miliar. Dana itu pekan ini disalurkan dan jumlahnya didasari luas daerah masing-masing. Diharapkan saat panen raya, dana itu bisa digunakan untuk menyerap gabah petani.

Manajer KUD Patikraja, Kabupaten Banyumas, Faturrohman, salah satu penerima dana itu, menyatakan di Banyumas ada empat KUD penerima dana. Adapun tahun lalu enam KUD. Dua KUD tahun ini menyatakan tak bersedia menerima dana, yakni KUD Tambak dan Sumpiuh.

Keempat KUD penerima dana adalah KUB Ajibarang, Patikraja, Aris Banyumas, dan Mustika Sumbang. ''Ajibarang mendapat Rp 350 juta, Banyumas 305 juta, Patikraja Rp 300 juta, dan Sumbang Rp 251 juta.''

Tahun 2004 Banyumas juga mendapatkan kucuran dana sekitar Rp 1,2 miliar. Namun pengucuran itu dinilai tidak tepat karena musim panen telah lewat. Tak ayal, para penerima pun mengeluh. Karena dana itu tak bergulir, tetapi mereka tetap dikenai beban mengembalikan dengan bunga.

Anggota Asosiasi Perberasan Banyumas (APB) itu menuturkan dana Rp 305 juta bisa untuk menyerap 240 ton gabah, dengan asumsi harga gabah kering panen Rp 1.300-Rp 1.350/kg. Ketentuan pemerintah, harga GKP Rp 1.230/kg dan gabah kering giling (GKG) Rp 1.725. Adapun kalangan KUD menetapkan harga antara Rp 1.700 dan Rp 1.750/kg.

''Karena kami harus mengembalikan sekitar 15 April, minimal dua bulan kami menyalurkan dana itu bisa membeli dua-tiga kali. Dengan dana itu kami berupaya menyerap gabah antara 500 ton dan 700 ton. Ini kan model bergulir,'' katanya. (G22-86)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA