logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 17 Februari 2005 MURIA
Line

Kali Lengkowo Tersumbat Sampah

PATI - Satu dari dua lubang bawah jembatan Kali Lengkowo, di Jalan Raya Pati-Kudus Km-3, kini kondisinya memprihatinkan. Pasalnya, selain tertutup endapan lumpur yang tebalnya hampir sebagian lubang yang berfungsi sebagai saluran air kali itu, juga banyak sampah penyumbat.

Akibatnya, jika air kali yang berhulu di kawasan Gunung Patiayam itu meluap, maka yang terkena dampak paling parah adalah warga di kompleks perumahan Sukoharjo, Kecamatan Margorejo, Pati, khususnya di wilayah RT 06/RW 02. Sebab, limpasan air kali tersebut masuk ke kompleks perumahan di pinggir jalan raya itu dengan ketinggian mencapai 50-100 cm.

Dari pengamatan di lokasi, hal itu setiap saat terjadi, terutama saat turun hujan deras. Akan tetapi, aliran air kali yang seharusnya lancar lewat dua lubang yang mempunyai ketinggian sekitar empat meter dari dasar kali itu, justru hanya bisa mengalir lewat salah satu sisi lubang.

Apalagi bila kondisi tersebut diperburuk dengan berbagai jenis sampah dari hulu yang ikut hanyut terbawa air dan masuk ke lubang itu, maka bisa dipastikan limpahan air ke kompleks perumahan tersebut tak bisa dihindari. Padahal secara teknis, seharusnya aliran air lebih lancar karena alur kali juga sudah pernah dikeruk.

Hanya di hulu jembatan, tepatnya sekitar 100 meter alur kali yang seharusnya lurus justru berubah menikung. Faktor penyebabnya tak lain pada lokasi itu berdiri sebuah bangunan milik warga, yang jika dicermati lokasinya masuk kawasan bantaran kali.

Bisa Bobol

Salah seorang warga kompleks perumahan setempat, Drajat ketika ditemui membenarkan. Akibat alur kali yang menikung, katanya, menyebabkan aliran air menghantam dan mengancam sisi barat tanggul, sehingga tanggul tersebut terkena gogosan air.

Jika kondisi itu tetap dibiarkan, maka setiap saat tanggul kali yang berdekatan dengan lokasi perumahan bisa bobol. Bila itu sampai terjadi, maka kompleks perumahan bisa tergenang air cukup lama, dan berubah menjadi rawa-rawa.

Oleh karena itu, pihak yang berkompeten harus mengambil langkah secepatnya untuk menghindari hal tersebut. Apalagi, dampak dari alur kali yang menikung itu setelah aliran air menghantam tanggul sebelah barat, ternyata air yang membawa berbagai sampah juga masuk dan mengalir lewat lubang bawah jembatan sisi barat.

Dengan demikian, lubang bawah jembatan itu banyak mengalami penyumbatan. "Meskipun kondisi Kali Lengkowo sudah seperti itu, di hulu jembatan juga masih ada seorang warga yang mencoba membangun jembatan secara pribadi," ujarnya.

Terkait dengan hal itu, kata Subdin Pengairan Dinas Permukiman dan Prasarana (Diskimpras) Kabupaten Pati, Soetarno ST menegaskan, pihaknya sudah menghentikan pembangunan jembatan yang dilakukan oleh salah seorang warga. Sedangkan mengenai bangunan yang berdiri di bantaran kali, akan dilakukan pengecekan.

"Untuk mengetahui hal tersebut harus dilakukan pengukuran dan pemetaan pengairan yang ada. Di samping itu juga perlu ditelusuri, bagaimana awal mulanya sampai terjadi proses berdirinya bangunan tersebut." (ad-15)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA