logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 17 Februari 2005 BANYUMAS
Line

Kualitas Air Sungai di Purwokerto Akan Diteliti

PURWOKERTO- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas akan meneliti sungai-sungai yang melewati Kota Purwokerto. Tujuannya, antara lain untuk mengetahui kualitas air tercemar zat berbahaya atau tidak. Bagaimana kondisi tebing-tebingnya rawan erosi atau tidak, termasuk pula perilaku masyarakat yang hidup di sepanjang tepian sungai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Iskandar Arifin SK MSc mengatakan hal itu saat diwawancarai di ruang kerjanya, kemarin. "Penelitian itu membutuhkan waktu 2-3 bulan, mungkin dilaksanakan Mei, Juni, dan Juli mendatang." Dana untuk membiayai kegiatan tersebut dari APBD 2005 senilai Rp 40 juta. ''Kami akan bekerja sama dengan pihak ke tiga, antara lain para ahli dari perguruan tinggi,'' ungkapnya.

Menurutnya, ada beberapa sungai yang melewati Purwokerto dan sekitarnya, antara lain Banjaran, Kranji, Pelus, Logawa, dan Mengaji. Kali yang akan diteliti paling intensif adalah Banjaran, karena merupakan sungai terbesar. Untuk Kali Kranji, hanya diteliti bagian-bagian tertentu saja dengan diambil sampel airnya.

Padat Penduduk

Dia menuturkan, latar belakang langkah tersebut karena Kota Keripik itu makin padat penduduk. Karena itu, perlu diketahui bagaimana dampak peningkatan kepadatan itu terhadap lingkungan, apakah sudah ada perubahan atau belum.

Hasil pengkajian tersebut akan dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam membuat kebijakan di masa mendatang. Yakni, bagaimana membuat peraturan yang baik untuk mengatur masyarakat dalam memanfaatkan sungai itu sehingga kelestarian alam tidak terganggu. ''Kalau alam rusak, yang menderita masyarakat juga.''

Menjawab pertanyaan, Iskandar mengatakan, menurut aturan limbah WC tidak boleh dialirkan ke sungai. Setiap tempat buang air besar harus dilengkapi tempat penampungan khusus (septic tank).

Kalau saat ini masih ditemui banyak bangunan mengalirkan limbah kakus ke sungai, tindakan itu merupakan perilaku dasar masyarakat. Perilaku masyarakat itu juga termasuk yang akan dikaji, seberapa banyak warga yang melakukan hal tersebut dan bagaimana dampaknya terhadap air sungai. (bd-92s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA