logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 16 Februari 2005 SALA
Line

Tujuh Kilometer Tanggul Sungai Rusak Parah

  • Disediakan Dana Rp 1,8 Miliar

KLATEN - Sejumlah proyek bangunan fisik yang terkait dengan bencana alam diminta segera dilaksanakan. Sebab bila tidak, dikhawatirkan kerusakan akan semakin parah sehingga biaya perbaikannya semakin tinggi.

Hal itu diungkapkan Ketua Komisi III DPRD (Bidang Pembangunan) Klaten H Darmadi kepada wartawan, Senin (14/2).

Menurutnya, dana Rp 2,6 miliar dari pos biaya tak tersangka (BTT) yang disediakan untuk proyek yang terkait dengan bencana alam sudah siap.

''Kalau proyek BTT itu tidak segera dilaksanakan maka kerusakan bangunannya dikhawatirkan semakin parah. Apalagi diperkirakan curah hujan semakin tinggi pada bulan-bulan mendatang,'' kata anggota Fraksi PAN itu.

Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Klaten H Soekemi mengatakan, proyek bencana alam sudah memasuki tahap pelaksanaan.

Surat pelaksanaan kerja (SPK) sudah diberikan kepada rekanan pada 14 Januari 2005.

''Karena sifatnya bencana alam maka pemilihan pelaksana proyek dilakukan dengan penunjukan langsung agar prosesnya cepat. Untuk tahun ini, ada tujuh kilometer tanggul yang rusak parah dan akan diperbaiki,'' kata Soekemi kepada wartawan, Selasa (15/2).

Tersebar

Menurut Soekemi, tersedia dana Rp 1,8 miliar untuk perbaikan tanggul yang tersebar di beberapa wilayah Klaten. Di antaranya tanggul Sungai Simping, Sungai Lusah, Sungai Kongklangan, dan tanggul Sungai Sengon di Prambanan.

''Dana Rp 1,8 miliar itu khusus untuk normalisasi sungai. Jadi, yang diperbaiki adalah tanggul di kanan kiri sungai. Kerusakan tanggul di Klaten itu sebelumnya ada 12 km, tapi 5 km sudah diperbaiki dan selesai pada Desember 2004. Jadi sekarang tinggal 7 km,'' ujarnya.

Sementara itu, ada pula alokasi dana BTT untuk perbaikan jembatan Mutihan Kecamatan Gantiwarno sebesar Rp 50 juta.

Dana tersebut hanya akan digunakan untuk pengamanan pilar penyangga jembatan, sebab kondisi jembatannya dinilai masih bagus.

''Pilar penyangga jembatan itu mengkhawatirkan karena rusak akibat terkikis air sungai sehingga bila tidak segera diperbaiki dikhawatirkan akan ambles sehingga jembatannya bisa ikut rusak. Padahal saat ini kondisi jembatannya masih baik,'' ujar Soekemi. (F5-85n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA