logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 16 Februari 2005 INTERNASIONAL
Line

Ingin Belajar Ciuman, Siapkan Uang Rp 2,5 Juta

SEATTLE - Sekolah ciuman? Apa pun komentarnya, itulah yang saat ini sedang menjadi buah bibir di Seattle. Ternyata, mencium dan berciuman butuh keterampilan dan latihan. Semua itu diajarkan di sekolah ciuman.

Adalah psikoterapis Cherie Byrd (56) yang menelurkan gagasan membuka kelas ciuman. Idenya bermula ketika dia menjalin kencan dengan pria yang menurutnya, tidak jago dalam berciuman. Dalam bahasa Byrd, ''Seorang horrible kisser''.

''Wuihh. Teman kencanku itu orangnya setengah hati, nggak terampil, dan kikuk,'' kata Byrd. ''Saya katakan padanya, kalau ingin hubungan ini berlanjut, dia harus membolehkan saya mengajarinya ciuman.'' Perempuan ini menggambarkan dirinya sebagai seorang ''jagoan ciuman''.

Hubungan itu berhenti di tengah jalan. Namun, Byrd malah terdorong untuk mengajarkan seni dan teknik berciuman kepada pasangan-pasangan lain. Sejak 1998, lebih dari 500 pasangan menjadi murid Byrd untuk memperoleh rahasia berciuman yang hebat. Biaya kursus ini lumayan mahal, 275 dolar (sekitar Rp 2.500.000).

Dari Jauh

Seperti apa sih kelas ciuman itu? Di salah satu pelajarannya, belasan pasangan membuat ''sangkar kasih'' dengan kantung tidur dan bantal-bantal yang digelar di atas lantai ruang kelas.

Setiap pelajaran dimulai dengan menggosok-gosokan kaki, menari beradu punggung dan mencium lembut tangan pasangannya. Secara bertahap, pelajaran meningkat menjadi ciuman leher, eksplorasi telinga dan akhirnya ciuman bibir.

Sementara Byrd membimbing setiap pasangan berlatih, musik mengalun lembut. Bimbingan Byrd misalnya, ciuman hanya di bibir bawah atau menjilat telinga. Dengan suara pelan dan berdesah, dia menyuruh murid-muridnya agar menyentuh pasangan masing-masing dengan cara yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya.

Jangan kaget. Murid-muridnya bukan hanya pasangan muda. Banyak di antaranya sudah menikah dan berusia 30-an sampai 50-an tahun. Sebagian pasangan datang dari jauh seperti Afrika, Korea dan kota-kota di seluruh Amerika Serikat.

Sekolah Byrd dinamai ''Sekolah Ciuman'' (Kissing School), dan tampaknya cuma satu-satunya di dunia. Meski harus diakui, berbagai tips dan teknik ciuman dapat ditemukan di situs-situs internet. Banyak pula buku yang membahas topik ini, termasuk teknik dari Byrd.

Menurut Byrd, yang lebih penting dari teknik ciuman adalah hubungan antara dua insan yang berpasangan.

''Pada jaman yang sangat sibuk ini, memang sult sekali menjalin hubungan sejati dengan pasangan. Karena didera tugas-tugas menumpuk, seseorang sering hanya memberi ciuman ala kadarnya,'' paparnya.

Kendati sebagian besar murid di Sekolah Ciuman adalah pasangan, orang-orang lajang juga boleh mendaftar. Syaratnya, mereka tidak keberatan berciuman dengan orang yang belum dikenalnya.

Gary Getz dan Lorrie Clemens, suami-istri yang baru menikah sembilan bulan, terbang dari rumahnya di Palo Alto, California, untuk ikut pelajaran ciuman setiap hari Sabtu.

Dilarang Bicara

Getz mengaku, pada awalnya dia tidak menerima saran istrinya untuk ikut pelajaran ciuman. Setelah pelajaran hari pertama diselesaikan, dia merasa agak kecewa.

''Semula, saya kira pelajaran itu akan lebih bersifat teknis. Namun, ternyata saya bisa menikmati juga akhirnya,'' tambahnya.

Salah satu keunikan kelas ini, para murid dilarang bicara. Hanya boleh bergumam ''ya'' bila perlu. Setiap orang kemudian diminta menilai ciuman pasangannya dengan skala 1 sampai 10.

Nilai satu berarti sangat buruk, dan 10 berarti ''ciuman yang membuat serasa terbang di awang-awang''. Setelah diskusi pendek, setiap pasangan diminta mencoba lagi untuk memperbaiki nilai.

Getz dan Clemens mendapat nilai 9.9. ''Kami akan terus mempraktekkannya,'' kata Clemens.

Petunjuk paling penting dari instruktur agar dapat memberikan ciuman yang memuaskan dan sensual adalah dengan bersikap tenang. ''Para pria seringkali tergesa-gesa dan pikirannya terbang ke mana-mana,'' kata Byrd. ''Ciuman adalah hadiah dari lubuk hati. Ciuman adalah energi yang ditransfer ke tubuh pasangannya.''

Meskipun pelajarannya sangat intim, Byrd tidak pernah membolehkan pasangannya melangkah terlalu jauh. Ruangan itu diterangi lampu dan bukan tempat yang nyaman untuk berkencan, sekalipun ada kantung tidur dan bantal untuk alat peraga.

''Hanya satu pasangan saja yang tidak lulus. ''Si pria menganggap dirinya sudah tahu dan tidak butuh pelajaran. Kasihan juga dengan si perempuan,'' tuturnya.

Setelah kelas usai, Byrd pun pulang ke rumahnya yang sepi. Ya. Guru sekolah ciuman itu belum menikah dan sampai kini pun belum punya kekasih.(rtr-gn-52)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA