| Selasa, 15 Februari 2005 | NASIONAL |
Diajukan Konsep Pergantian KapolriJAKARTA- Maraknya isu pergantian Kapolri Jenderal Pol Drs H Da'i Bachtiar kembali menghangat saat rapat kerja antara Polri dan Komisi III DPR RI, kemarin.Anggota Komisi III meminta penjelasan Kapolri tentang hal itu. Dan Da'i Bachtiar memberikan jawaban yang diplomatis, namun belum menyebut nama-nama calon yang dimaksud. "Kami sudah mengajukan konsep tentang ini (penggantian Kapolri) ke Presiden. Jadi, kami ajukan ke Presiden adalah konsep Komisi Kepolisian dan Konsep Penggantian Kapolri. Ini belum di acc Presiden. Jadi karena aturannya belum ada, maka mengikuti kebiasaan," kata Da'i dalam raker itu. Menurutnya, kebiasaan yang ada seputar penggantian kapolri selama ini adalah menjadi hak prerogatif Presiden. Kapolri tidak mempunyai wewenang apa-apa, kecuali hanya mengusulkan atau mengajukan nama-nama. "Biasanya Presiden bilang kepada saya, Anda mengajukan penggantinya siapa saja, tolong data-datanya yang lengkap berikan ke saya. Karena itu menjadi kewajiban Kapolri untuk mempersiapkan calon penggantinya, hanya di situ saja, selanjutnya sudah menjadi hak prerogatif Presiden," kata pria asal Indramayu, Jawa Barat, tersebut. Da'i menambahkan, kalau konsep yang diajukan pihaknya seputar penggantian kapolri disetujui, maka segala sesuatunya menjadi diperinci, sehingga tidak ada lagi yang multitafsir, sehingga berpotensi menimbulkan pro dan kontra. Menurutnya, dalam draf tersebut diperinci bagaimana jenjang kepangkatan calon kapolri, bagaimana batasan usianya serta jenjang pendidikannya atau pengalamannya selama berkarier. "Sekarang kebiasaannya adalah seorang calon kapolri itu adalah pati Polri dan masih aktif. Jadi, tidak jelas bagaimana detailnya. Pak Roesdihardjo itu pati Polri dan 7 bulan lagi akan memasuki pensiun, kan bisa jadi kapolri juga. Makanya untuk ke depan batasannya harus jelas," katanya. Pengganti KSAL Sementara itu, keputusan pengganti KSAL kemungkinan akan keluar dalam dua pekan ini. ''Saya yakin siapa pun pengganti saya akan meneruskan kebijakan AL yang selama ini telah dirintis,'' kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Bernard Kent Sondakh usai rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di gedung DPR/MPR Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (14/2). Nama calon terpilih akan keluar tidak lewat dari dua minggu ini. ''Tapi saya tidak tahu siapa yang akan terpilih karena itu hak prerogatif presiden." Sondakh yakin KSAL baru yang akan terpilih nanti akan meneruskan kebijakannya dalam membangun AL. "Saya telah meyakinkan anggota dewan tentang ini. Saya yakin empat calon yang kemarin diajukan ke panglima adalah yang terbaik, kita hanya bisa berharap salah satu dari mereka yang dipilih." Dalam pada itu, KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu mengungkapkan ada empat nama yang nantinya diproyeksikan mengisi posisi Kepala Staf Angkatan Darat. Mereka adalah Wakasad Letjen TNI Joko Santoso, Pangkostrad Letjen TNI Hadi Waluyo, Irjen TNI Letjen TNI Djaja Suparman, dan Dan Kodiklat Mayjen TNI Cornell Simbolon. ''Dan Kodiklat, besok naik menjadi bintang tiga,'' kata Ryamizard Ryacudu usai serah terima Jabatan Pangdam III SIliwangi dari Mayjen TNI Iwan Ridwan Sulanjana kepada Mayjen TNI Sriyanto, yang sebelumnya menjabat Dan Kopassus. Iwan selanjutnya menjadi Assop KSAD di Stadion Siliwangi Bandung. (F4,dwi,dtc-58,83t) |