logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Februari 2005 SEMARANG
Line

Tanaman Padi di 4 Kelurahan Terancam Serangan Tikus

AMBARAWA - Sejak pertengahan Januari hingga sekarang, lahan persawahan di empat desa/kelurahan di Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, diserang tikus sawah lagi. Selama tahun 2004 lalu, hama pengerat itu sudah melahap tanaman padi pada 98 hektare lahan sawah.

Tanaman padi yang mulai berbunga itu terdapat di areal persawahan kawasan Rawapening terutama di Kelurahan Pojoksari, Desa Bejalen, Kelurahan Tambakboyo, dan Kelurahan Ngampin Kecamatan Ambarawa.

Hal tersebut dikatakan Kelapa Dinas Pertanian Ambarawa Soeparno kepada Suara Merdeka, kemarin.

Laporan yang masuk di kecamatan hingga bulan Januari 2005, sawah yang sudah diserang berada di Ngampin, Tambakboyo, dan Pojoksari sekitar 3 hektare. Ada kemungkinan luasnya makin bertambah. Pertambahan tersebut akan diketahui pada akhir bulan Februari.

Warga yang dibantu Dinas Pertanian Ambarawa sebenarnya sudah berusaha mencegah serangan hama tikus. Mulai dari sistem gropyokan dengan jaring, pemasangan bubu (perangkap tikus), setrum, sengatan bau buatan, dan karbit. Namun, serangan belum dapat diatasi.

"Saat ini, yang sedang dicoba adalah penggunaan teknologi gelombang ultrasonik dengan memakai frekuensi jangkrik 25 MHz. Frekuensi jangkrik ini akan membuat tikus tidak kerasan. Selain menghalau, alat ini juga berfungsi mengganggu reproduksi tikus," kata Soeparno.

Kepala Desa Bejalen, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang Darto mengatakan tingkat kerusakan saat ini diperkirakan mencapai 10 %.

''Pada 2004 sekitar 60 % sawah di Desa Bejalen bisa dipanen, tetapi tahun 2001 hingga 2003, seluruh tanaman padi di lahan sawah tak bisa dipanen akibat serangan tikus sawah," kata Darto.

Buruh Pabrik

Akibat gagal panen selama beberapa tahun, sejumlah warga beralih pekerjaan dari petani ke menjadi buruh pabrik, TKI/TKW, dan menjadi nelayan di Rawapening.

Dari pengamatan Suara Merdeka di lapangan, perbedaan padi yang terserang hama tikus dengan yang tidak, jelas kentara.

Petak sawah yang diserang hama tikus, berwarna kekuningan, bersanding dengan petak-petak sawah yang masih hijau dan petak-petak kosong yang tengah digarap.

Kepala Kelurahan Tambakboyo Kecamatan Ambarawa Kabupaten Semarang Sri Mulyani SSos mengatakan tingkat kerusakan area sawah di kelurahannya akibat hama tikus hingga saat ini diperkirakan sudah sekitar 20 %.

Menurut dia, permasalahan hama tikus tak akan selesai jika eceng gondok di kawasan Rawapening tidak ditangani dengan serius. Sebab, tanaman air yang sudah menutupi sebagian besar perairan Rawapening itu, telah menjadi tempat bersarang tikus-tikus sawah tersebut. (yas-91m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA