logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Februari 2005 SEMARANG
Line

Kesemrawutan karena Angkutan Susah Diatur

KENDAL - Kesemrawutan arus lalu lintas di Kota Weleri, ungkap Bupati Kendal Hendy Boedoro, terjadi antara lain karena keberadaan Terminal Bus Bahurekso di luar kota belum bisa difungsikan.

Terminal itu belum berfungsi karena sopir angkutan umum, seperti bus mini, nonbus, ataupun angkota menolak masuk ke lokasi itu.

''Pemkab berkali-kali telah berusaha memasukkan mereka ke terminal agar kota Weleri tidak semrawut. Akan tetapi, tiap kali upaya itu diberlakukan mereka demo menolak. Kalau mereka susah diatur seperti itu, la kapan majunya,'' tandas Hendy menjawab pertanyaan melalui telepon, kemarin.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, soal kesemrawutan itu dikeluhkan warga. Sebab, angkutan umum ngetem (mangkal mencari penumpang-Red) di depan dan sekitar pasar dengan seenaknya sehingga terkadang nyaris ''menghabiskan'' jalan raya.

Hendy mengatakan, terminal bus di Desa Jenarsari itu sebetulnya merupakan rencana lama, yaitu pada zaman Bupati Sudono Jusuf. Namun, baru sekarang bangunan itu bisa diwujudkan.

Salah satu tujuan pembangunannya adalah untuk mengatasi kemacetan di Kota Weleri. Nantinya, dari terminal itu akan dibangun jalan tembus yang menghubungkan dengan jalur Weleri-Sukorejo.

Dengan demikian, bus-bus kecil jurusan Semarang-Sukorejo tidak perlu masuk Kota Weleri. Begitupun angkutan umum nonbus jurusan yang sama, cukup berhenti di terminal. Sementara itu, yang mau terus ke Sukorejo lewat jalan tembus.

''Para penumpang yang tujuannya ke Kota Weleri, bisa melanjutkan perjalanan dengan angkota,'' ujar Bupati.

Titik Keberangkatan

Dengan begitu, nantinya Terminal Bahurekso itu sekaligus akan menjadi titik keberangkatan bagi angkota ke berbagai jurusan. Angkutan umum yang menggunakan mobil-mobil kecil Suzuki Carry atau Daihatsu itu tidak perlu ngetem di kota Weleri tetapi cukup lewat saja.

Selain mengurangi kemacetan arus lalu lintas di kota, jika hal itu bisa diberlakukan sekaligus akan merupakan upaya pemerataan pendapatan. Sebab, angkutan umum bisa nampani penumpang dari bus.

Namun pada kenyataannya, upaya menghidupkan terminal sejauh ini belum pernah berhasil karena selalu diprotes. Jadi, bila sampai sekarang terminal itu belum berfungsi dan masih sepi, itu bukan karena kesalahan pemilihan lokasi.

Bupati mengimbau para sopir angkutan umum untuk mengikuti upaya-upaya penertiban yang dilakukan Pemkab. Sebab, pada akhirnya hal itu untuk memberikan keuntungan kepada mereka juga dan masyarakat luas pada umumnya. (A2-91j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA