logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Februari 2005 SEMARANG
Line

''Jangan Takut, Allah Bersama Kita''

RINTIK hujan yang mengguyur Kota Purwodadi baru-baru ini, tak menghalangi ribuan umat muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di Masjid Agung Baitul Makmur, alun-alun Purwodadi.

Mereka tampak khusyuk berzikir mengagungkan asma Allah. Tahlil, tahmid, dan tasbih berkumandang membahana ke segala penjuru ruangan.

Hembusan angin malam semakin menambah khidmat saat para anggota Jamaah Zikir dan Maulid Ahbabul Musthofa secara serentak membaca salawat untuk mendapatkan safaat Nabi Muhammad. Dari mulut mereka mengucur doa-doa.

Beberapa saat kemudian, mereka berseru, ''Ya, rabbi shali ala Muhammad, Ya, rabbi shali alaihi wasallam''. Kian malam mereka itu pun kian khusyuk.

Ya, meski acara tersebut dikemas sederhana, antusias anggota masyarakat untuk mengikuti acara tersebut tinggi. Terbukti, yang hadir bergeming hingga acara berakhir.

Pengajian rutin lapanan setiap Jumat Wage malam itu diisi dengan pembacaan Rotib Haddad dan Maulid Simthud Duror serta Mau'idloh oleh Habib Syech bin Abd Qodir Assegaf dari Solo.

Pada kesempatan itu, Habib Syech bercerita tentang bagaimana Rasulullah SAW dapat lolos dari kepungan kaum kafir Quraish di kediamannya.

Nabi Muhammad meninggalkan rumah dan bertemu Abu Bakar di suatu tempat. Kemudian, lari ke dalam Gua Tsur yang terletak beberapa kilometer di luar Kota Makkah.

Orang-orang kafir pun mengejarnya hingga ke mulut gua, namun tidak sempat masuk ke dalamnya.

Saat itu Rasulullah yang tertidur di dalam gua di pangkuan Abu Bakar. Sahabat Nabi itu pun panik melihat kelebat beberapa orang Quraish yang hendak membunuh Nabi.

Bahkan, kakinya digigit ular karena tidak mau membangunkan Nabi. Saat menahan sakit, air matanya meleleh melalui pipi dan menimpa Rasulullah sehingga terbangun.

Melihat kejadian itu, Nabi langsung mengusap bekas gigitan ular tersebut dengan tangannya. Dan, luka gigitan ular itu pun sembuh.

''Nabi kemudian menyampaikan la takhof walaa takhzan innalloha ma' ana (jangan takut dan jangan ragu, sesungguhnya Allah bersama kita),'' papar Habib Syech.

Setelah kaum Quraish hilang di sekitar Bukit An-Nur, Rasulullah melanjutkan hijrahnya ke Yatsrib atau kemudian berganti nama menjadi Madinah. Di sanalah, Nabi Muhammad mendapat sambutan hangat.

Secara terpisah, Ketua Panitia Aslam mengemukakan, acara tersebut merupakan kegiatan rutin tanpa muatan dan kepentingan apa pun. ''Ini hanya sebagai sarana dakwah kepada masyarakat Grobogan,'' ungkapnya. (Aris Mulyawan-91j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA