logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Februari 2005 SEMARANG
Line

3.000 Ha Sawah Belum Bisa Ditanami

  • Musim Tak Menentu

GROBOGAN - Sedikitnya 3.000 hektare areal persawahan (terutama di daerah tadah hujan) yang tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Grobogan belum bisa ditanami padi. Pasalnya, kedatangan musim penghujan masih tak menentu (fluktuatif).

Padahal, beberapa petani sudah mempersiapkan bibit. Namun hingga bibit sudah cukup umur, ternyata belum bisa ditanam. Fenomena itu diperkirakan akan berdampak pada penurunan produksi padi di wilayah tersebut.

Daerah tadah hujan itu antara lain Kecamatan Wirosari, Kecamatan Pulokulon, Kecamatan Kradenan, Kecamatan Gabus, Kecamatan Grobogan, dan Kecamatan Tanggungharjo.

Bupati Grobogan Agus Supriyanto mengemukakan, sebenarnya pemerintah sudah mencarikan solusinya, antara lain dia memerintahkan aparatnya untuk menyurati para camat agar melarang berbagai kegiatan pasar malam untuk sementara waktu.

Mengapa? ''Sebab, pada musim penghujan mereka pasti menolak hujan,'' ujar Bupati.

Selain itu, lanjut dia, bagi petani yang belum bisa menanam padi dapat dikategorikan terkena bencana alam. Untuk itu, apabila anggarannya setujui DPRD, pihaknya akan segera memberikan bantuan bibit.

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Grobogan Ir Edhie Sudaryanto MM menyebutkan, sekarang ini musim tanam sulit untuk diprediksi. Untuk itu, pihaknya sedang mencari pola tanam tertentu. ''Labuhan mundur, begitu pula dengan musim penghujan yang fleksibel. Repotnya, apabila pada bulan ini curah hujan tidak mencukupi,'' katanya.

Edhie menyarankan para petani untuk mengganti tanaman seperti palawija. Meski demikian, untuk berganti tanaman tersebut juga membutuhkan pengairan yang mencukupi.

Ke depan, tutur dia, petani diminta tidak hanya bergantung pada satu komoditas. Sebab, tiga tahun terakhir ini musimnya tidak menentu. Akibatnya, dari 100.000 hektare areal persawahan, 3.000 hektare (3 %) di antaranya belum bisa ditanami. (H3-91j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA