logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Februari 2005 SEMARANG
Line

Ratusan Ha Sawah Terancam Tergenang

  • Tebing Kali Blorong Longsor

KENDAL - Tebing sungai sepanjang lebih kurang 100 meter di sisi timur aliran Kali Blorong, wilayah Dukuh Sudimoro, Desa Kertomulyo, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal, belum lama ini longsor. Musibah itu akibat derasnya arus Kali Blorong pada musim penghujan seperti saat ini.

Berdasarkan pengamatan Suara Merdeka, akibat longsornya tebing tersebut, belasan bangunan rumah warga yang berdiri di bibir sungai terancam runtuh.

Bahkan jika terjadi banjir di Kali Blorong, luapan air dikhawatirkan akan menggenangi ratusan hektare areal persawahan di sisi timur sungai dan sebagian Kampung Sudimoro. Luapan air dari sungai akan menerobos melalui tebing yang longsor.

Dari belasan rumah tersebut, empat rumah milik Ny Rukini (64), Makhruf (52), Taswan (41), dan Ngalim (38), fondasinya telah tergerus air sungai.

Apabila keempat rumah yang terletak di wilayah RT 3 RW 4 runtuh, belasan jiwa akan kehilangan tempat tinggal.

Sehubungan dengan bencana tersebut, Minggu (13/2) lalu, Bupati Hendy Boedoro bersama beberapa pejabat terkait meninjau ke lapangan.

Bupati berjanji akan melakukan berbagai upaya penanganan dan perbaikan tebing bersama masyarakat.

Berdasarkan pengamatan, terdapat belasan rumah yang dikhawatirkan terancam runtuh.

Tanggul Darurat

Kepala Dinas Pengairan Kendal Ir H Sugiono mengemukakan, ancaman banjir dan genangan air bisa terjadi apabila terjadi banjir di sungai itu. Untuk mengantisipasinya, Dinas Pengairan melakukan penanganan awal dengan membuat tanggul darurat di tebing yang longsor.

''Tanggul dibuat dengan menumpuk ribuan karung berisi tanah. Upaya ini dilakukan secara gotong royong dengan warga di Desa Kertomulyo dan sekitarnya.''

Lebih lanjut dia menyebutkan, untuk membuat tanggul darurat pada tebing yang longsor itu dibutuhkan 15.000-an karung berisi tanah. Pada Minggu lalu, warga baru menumpuk 800 karung. Berkait dengan bencana itu, Dinas Pengairan juga berkoordinasi dengan Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) dan Proyek Induk Jratunseluna Pemprov Jateng.

''Untuk penanganan lebih lanjut, rencananya kami mengepras tebing sebelah barat sungai, sejajar dengan tebing yang longsor itu.''

Pengeprasan tebing di sisi barat sungai yang berada di wilayah Desa Sudipayung, Kecamatan Ngampel tersebut, lanjut dia, bertujuan untuk meluruskan aliran sungai. Dengan demikian, proses gerusan di sisi timur sungai dapat dikurangi.

''Untuk mengepras tebing di sisi barat, harus menggunakan alat-alat berat. Teknisnya masih kami bahas.'' (G15-91j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA