logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Februari 2005 SEMARANG
Line

Jalur Lingkar Salatiga Butuh Investor

  • Pembebasan Tanah Rp 10 Miliar

SALATIGA - DPRD Kota Salatiga akan merekomendasikan percepatan proyek pembangunan jalan lingkar Salatiga sepanjang 12 km, sehingga pada 2006 dapat direalisasikan. Perencanaan proyek tersebut, sempat terkendala oleh biaya dan pembebasan tanah.

Ketua Komisi C, Toto Suprapto mengatakan, hingga saat ini belum ada pemilik modal yang bersedia menginvestasikan dananya ke proyek jalan lingkar Salatiga.

Namun, diakui dia, sudah ada sejumlah investor yang berkeinginan dan ditawari untuk menggarap proyek tersebut. Tapi, sebagian dari mereka ada yang mundur.

''Hambatan untuk mempercepat rencana pembangunan jalan lingkar Salatiga, adalah masalah pembebasan tanah. Sebab, di beberapa tempat ada variasi harga tanah masyarakat yang akan dibebaskan oleh tim,'' ujar Toto kemarin.

Tetapi, laporan yang diperoleh dari tim eksekutif menyatakan bahwa sejumlah perwakilan tokoh masyarakat yang wilayahnya akan dilewati jalan lingkar menyepakati harganya, yakni Rp 80 ribu/meter2. Tanah yang dilalui proyek jalan dengan lebar 12 meter tersebut, sudah dibebaskan sekitar dua kilometer.

Toto mengungkapkan, total seluruh anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 120 miliar. Perinciannya, Rp 20 miliar untuk pembebasan tanah, dan Rp 100 miliar untuk pembangunan fisik.

Telah Disurvei

Proyek tersebut, lanjut wakil rakyat dari PKPI, sebenarnya telah direncanakan pada periode Dewan sebelumnya. Sejumlah lokasi dan tempat yang akan dilewati jalan lingkar itu pun telah disurvai oleh tim eksekutif sejak beberapa tahun lalu.

''Bahkan dua dari sembilan jembatan yang dipastikan akan dilewati jalan tersebut sudah dibuat,'' jelasnya.

Menurut Toto, keterlibatan investor dalam proyek tersebut termasuk dalam proses pembebasan tanah senilai Rp 10 miliar. Setelah itu, investor mendapatkan kompensasi proyek fisik yang rencanakan digarap dengan dana APBN.

Disinggung soal kepastian dimulainya pembuatan jalan lingkar tersebut, dia belum bisa memastikannya. Sebab, hal itu bergantung kepada kesediaan dan kecepatan investor dalam menanamkan modalnya. Namun, pada 2006 ditargetkan sudah dimulai dan selesai 2009.

''Yang jelas, proyek jalan lingkar tersebut sangat berfungsi dan berdampak bagi perkembangan ekonomi di wilayah pinggiran Kota Salatiga. Selain itu, juga untuk memecah arus lalu lintas jalur utama Semarang-Solo, yang dari hari ke hari mengalami kepadatan,'' paparnya. (H2-91a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA