| Selasa, 15 Februari 2005 | SEMARANG |
Pramuka Kecil yang Takluk pada Terik Matahari dan Hujan''NUSA Indah siaap?'' Komando yang disampaikan Ayu, siswa kelas VI SD Plalangan 1 Gunungpati, terdengar lantang. Suaranya menggema di lapangan SMPN 22 Gunungpati, Minggu (13/2), yang menjadi arena Lomba Galang Tangguh. Lomba itu digelar dalam rangka HUT ke-27 sekolah itu, diikuti 11 regu putra dan 19 regu putri dari SD/MI Kecamatan Gunungpati dan Boja (Kendal). Siang itu, mereka tengah mengikuti mata lomba Peraturan Baris-berbaris (PBB). Selain PBB, penilaian untuk lomba itu meliputi kreasi seni, Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (PPPK), semaphore, sandi, dan pengetahuan umum atau pengetahuan umum Pramuka (PU/PUK). Mendengar komando Ayu, enam anggota regu Nusa Indah yang berjarak sekitar 50 m dari si pemimpin regu itu menjawab kompak. ''Siap, laksanakan. Ikhlas bakti bina bangsa, berbudi bawa laksana.'' Lantas, bocah-bocah kecil itu berlari dengan penuh semangat menuju arena lomba. Di depan juri, mereka memeragakan sejumlah gerak dasar PBB. Mulai dari gerak-gerak di tempat, semacam sikap sempurna, hormat bendera, hadap kiri, balik kanan, hingga langkah di tempat. Tak ketinggalan, mereka juga memamerkan kesentosaan gerakan berpindah tempat, seperti maju jalan, buka-tutup barisan, hingga membentuk berbagai berbagai formasi. Para penggalang tangguh itu, seperti tak memedulikan terik matahari pukul 13 siang yang terasa memanggang kepala. Dengan keringat berleleran di leher dan dahi, mereka terus bergerak mengikuti komando yang disampaikan pemimpin regu. Kompak dan rampak. Lihatlah, kekompakan mereka tak cuma tercermin pada gerak dan langkah. Mereka juga seragam pada atribut yang digunakan, melengkapi seragam Pramuka yang dikenakan. Regu Nusa Indah misalnya, melengkapi penampilan mereka dengan mencangklong tas berwarna merah, syal yang juga merah, dan kaus tangan. Mereka juga membawa tongkat bambu yang ujungnya sengaja dibelah sehingga ketika dijejakkan di tanah menimbulkan bunyi serempak. Prak, prak! Atribut Regu lain tampil lebih ''meriah''. Ada yang menambahkan atribut pita rambut berwarna-warni, yang mengingatkan pada peserta Masa Orientasi Sekolah (MOS). Ada pula yang membawa tas dengan rumbai-rumbai. Yang lainnya, menambahkan peranti bunyi dari tutup botol pada tongkatnya untuk menimbulkan orkestrasi yang khas. Walau begitu, tak sedikit regu yang tampil bersahaja, dengan cuma mengenakan seragam dan perlengkapan Pramuka tanpa atribut pemanis lainnya. Mereka juga meningkahi peragaannya dengan yel-yel penyemangat. Mulai dari yang berbahasa Inggris semacam ''The scout must be discipline'' hingga semboyan tiap regu atau sekolah, seperti PLG One Yes, SD Cepoko Jaya, atau SD Gunungpati I Oke. Semangat mereka sama sekali tak berkurang saat cuaca cerah berganti mendung. Lihat saja, penampilan para siswa SD Banjarejo Boja yang tetap rampak, kendati hujan rintik-rintik membasahi seragam Pramuka mereka. ''Sudah, teruskan saja. Jangan mau dikalahkan oleh hujan,'' seru salah seorang penonton. (Achiar M P-64) |