logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Februari 2005 SEMARANG
Line

Pengobatan Tepat, Risiko Penyakit Jantung Dapat Ditekan

SEMARANG - Serangkaian penelitian terbaru tentang pengobatan penyakit jantung, Sabtu (12/2) disosialisasikan kepada masyarakat medis. Acara yang dikemas dalam Seminar "Tren Baru Pengobatan Kardiovaskuler" itu dihadiri oleh 250-an peserta yang terdiri atas para dokter umum, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, penyakit dalam, dan farmakologi di seluruh Jawa Tengah.

Bertempat di Hotel Patra, ketua panitia dokter Sodiqur Rifqi SpJp FIHA berharap, dengan seminar itu para pelaku medis akan lebih dapat memaksimalkan pelayanannya kepada pasien penyakit jantung dengan memberikan pengobatan yang tepat dan rasional.

Program yang diprakarsai oleh Persatuan Dokter Spesialis Kardiovaskuler (Perki) Semarang dan disponsori Fakultas Kedokteran (FK) Undip serta RS Kariadi Semarang tersebut mendatangkan para pembicara baik dari dalam maupun luar negeri, antara lain Prof Dr dokter R Djokomoeljanto SpPD-KEMD (FK Undip/RS Kariadi), Prof Heiner Laube MD (Universitas Giessen, Jerman), dan Prof Peter Lansberg (Belanda).

Kepada Suara Merdeka, Sodiqur yang juga Ketua Perki Semarang itu mengemukakan, hal yang paling mungkin dilakukan masyarakat agar tidak terjangkit penyakit yang paling mematikan itu adalah pencegahan. "Namun kalau sudah sakit, serahkan kepada dokter," ujar dia.

Tidak Merokok

Pencegahan, sambung Sodiqur, dapat dilakukan dengan mengurangi faktor risiko misalnya dengan tidak mengonsumsi makanan berkolesterol tinggi dan merokok. "Selain itu, jangan lupa berolah raga agar tidak kegemukan. Kurangi makanan yang menyebabkan kenaikan tekanan darah (hipertensi) dan kadar gula."

Namun, menurut pendapat Sodiqur, ada beberapa faktor yang tidak dapat diubah untuk menghindari penyakit tersebut, misalnya jenis kelamin. "Risiko pria akan penyakit itu lebih tinggi daripada wanita," ucapnya.

Pertambahan usia dan faktor keturunan juga ikut berpengaruh. "Untuk faktor keturunan, dapat diperlambat jika yang bersangkutan menjalani gaya hidup sehat."

Masyarakat, ujar dia, sebaiknya cepat memeriksakan diri ke dokter jika yang bersangkutan atau kerabatnya mengalami nyeri dada yang disertai keringat dingin, sesak napas, dan dada berdebar-debar. "Jika terlambat akibatnya akan fatal," tegasnya.

Ketika disinggung menganei biaya, Sodiqur menyakinkan warga dengan latar belakang tingkat ekonomi bawah untuk tidak perlu cemas.

"Anda dapat memilih rumah sakit serta dokter yang sesuai dengan kemampuan. Lagi pula, obat-obatan penyakit jantung tidak hanya yang paten namun juga generik sehingga harganya terjangkau." (nrs-84j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA