| Selasa, 15 Februari 2005 | SEMARANG |
Sebuah Galangan Kapal di Jepang Akan Direlokasi ke SemarangSEMARANG - Enam puluh galangan kapal dari Jepang, menurut rencana direlokasi ke Indonesia. Salah satu yang akan ketempatan relokasi tersebut adalah Kota Semarang. Demikian diungkapkan Direktur Akademi Teknik Perkapalan Semarang Drs Untung Budiarso kepada Suara Merdeka, Senin (14/2). Untung yang didampingi Ketua LSM Duta Bahari Indonesia Ir Bambang Wuragil MM mengemukakan, dengan relokasi galangan kapal sebanyak itu, akan dibutuhkan tenaga kerja 600.000 orang untuk seluruh Indonesia. Dengan demikian, tiap galangan kapal akan memerlukan tenaga 10.000-an orang. Bahkan, untuk saat sekarang sudah ada 15 galangan kapal yang bekerja sama dengan Jepang. ''Rencana relokasi galangan kapal tersebut memang pernah disampaikan Dirjen Industri Logam, Mesin, Elektronika, dan Sarana Deperindag Ir Subagyo MM, beberapa waktu lalu. Dan, ini kami tangkap sebagai kesempatan untuk direspons dengan baik,'' tuturnya. Karena itu, ATP bekerja sama dengan LSM Duta Bahari Indonesia akan mengadakan Seminar Nasional "Kebangkitan Industri Maritim: Peluang Kerja Industri Maritim untuk Menyongsong Relokasi Galangan Kapal Jepang di Indonesia". Pelaksanaannya pada 28 Februari di Hotel Pandanaran mulai pukul 09.00. Menurut Bambang, selama ini nelayan Indonesia masih menggunakan peralatan tradisional. Sementara itu, bangsa lain sudah jauh lebih maju dan bahkan sudah ada yang menggunakan satelit yang bisa menunjukkan di laut mana yang banyak ikannya. Para nelayan yang kapalnya dilengkapi perlengkapan canggih itu tinggal datang di lokasi yang ditunjukkan satelit. ''Kami mendukung relokasi galangan kapal itu dan berharap pemerintah bisa memberikan kredit pemilikan kapal kepada para nelayan sehingga bisa berperan meningkatkan taraf kesejahteraan nelayan,'' paparnya. Pendaftaran seminar di kampus ATP Jalan Kanguru Barat II/8 telepon 024-6710196 atau LSM Duta Bahari Indonesia Jalan Tri Lomba Juang Nomor 7 telepon 024-8452150, faksimile 8452160. (E1-84j) |