| Selasa, 15 Februari 2005 | KEDU & DIY |
Golkar Calonkan HeruWONOSOBO- Meski jabatan bupati dan wakil bupati Wonosobo baru akan berakhir pada 30 Oktober 2005, bursa pencalonan kepala daerah lewat pemilihan langsung mulai terasa di daerah pegunungan tersebut. Sejumlah partai sedang menyiapkan kader terbaiknya untuk ikut maju meramaikan pemilihan. Demikian halnya dengan DPD Partai Golkar Wonosobo, ketika melaksanakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di Wisma Karya, Senin kemarin. Secara terbuka partai tersebut mengajukan Heru Irianto SE (Ketua DPD Partai Golkar) sebagai bakal calon bupati pada pilkada mendatang. Heru Irianto yang ditemui di sela-sela Rakerda yang dibuka Ketua DPD Partai Golkar Jateng Bambang Sadono SY SH MH mengatakan, pencalonan dirinya mendapat dukungan 12 partai politik di Wonosobo. Dia mengatakan, masyarakat bawah sebagai pendukungnya menginginkan adanya suatu perubahan. Mantan Ketua DPD Partai Golkar H Supomo Ibnu Sahid SSos (saat ini menjabat Wakil Ketua DPRD Wonosobo) yang disebut-sebut dilirik oleh partai lain, kepada wartawan menandaskan dirinya akan tetap tunduk pada aturan partai. Dalam hal ini, Supomo menyebut akan mendukung calon yang diusulkan oleh Partai Golkar. Menanggapi pilkada langsung, Ketua DPD Partai Golkar Jateng Bambang Sadono menilai, ketokohan seseorang relatif menentukan pada saat dilakukan pemilihan langsung. Ketokohan seseorang itu menyangkut reputasi, perbuatan, dan citranya. Keberhasilan tersebut juga tak lepas dari jaringan penunjangnya. Bambang mengingatkan, yang harus diperhitungkan dalam pilkada langsung adalah bakal calon yang sekarang ini masih menjadi penguasa. Sebab bakal calon tersebut masih mempunyai jaringan cukup luas, baik sarana maupun fasilitas yang dimiliki. Disinggung tentang target partai yang dipimpinnya dalam pilkada mendatang, dia berharap kader terbaiknya bisa lolos semua di 17 kabupaten di Jateng yang melaksanakan Pilkada 2005. Bambang menyebut kemampuan menggalang para kadernya cukup baik. Terbukti pada pemilu lalu, Partai Golkar di Jateng menempati peringkat kedua. Dengan pendukung yang masih besar, Bambang menyatakan target itu bukan berlebihan. ''Pilkada sudah di depan mata. Maka diperlukan persiapan sebaik-baiknya. Diingatkan agar mereka jangan terlalu asyik dengan calonnya sendiri, tetapi harus memperhatikan calon lainnya,'' pesannya. (P55-76s) |