logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Februari 2005 INTERNASIONAL
Line

Bom Kembali Guncang Thailand Selatan

JOH AIRONG - Dua bom meledak di Thailand selatan, Senin kemarin, melukai delapan orang, kata pejabat setempat.

Dua ledakan bom mengguncang wilayah bergolak itu hanya beberapa jam sebelum PM Thaksin Shinawatra mengadakan pertemuan dengan para pejabat tinggi keamanan Thailand, untuk membahas perubahan taktik pengamanan di selatan.

PM Thaksin, yang menang mutlak dalam pemilu pekan lalu, dijadwalkan mengunjungi wilayah Thailand selatan lagi menjelang akhir pekan ini. Meski demikian, untuk wilayah selatan, partai Thaksin, Thai Rak Thai, tidak memenangi satu kursi pun.

Thaksin mengatakan dia akan meningkatkan koordinasi dalam upaya mengembalikan perdamaian di selatan, tempat sekitar 500 orang tewas sejak kerusuhan meningkat Januari lalu.

''Jelas, hanya militer yang sedang melakukan tugas penekanan. Mereka tampaknya tak memperoleh kerja sama dari pihak-pihak lain,'' kata PM Thailand itu kepada wartawan di Bangkok, Minggu lalu.

Kemenangan besar partai Thaksin itu mendorong peningkatan kekerasan di tiga provinsi selatan - Pattani, Yala dan Narathiwat.

Kaum militan setempat terus-menerus menyerang tentara serta polisi dengan bom-bom yang diledakkan lewat perangkat pemicu jarak jauh.

Delapan Tentara Luka

Bom yang meledak kemarin di Narathiwat diletakkan di muka gedung sekolah di Joh Airong, Narathiwat, yang agaknya ditujukan pada unit patroli gabungan yang mengawal para guru sekolah dari sekolah dan sebaliknya.

Bom tidak mengenai sasarannya, namun bom kedua yang meledak 15 menit kemudian sekitar 100 meter dari lokasi pertama melukai delapan tentara dan polisi yang datang memeriksa lokasi ledakan pertama.

Meski terjadi serangan itu, Thaksin menyatakan dia tetap akan mengunjungi ke tiga provinsi tersebut sesuai rencana pada Rabu mendatang.

Sementara itu, seorang kepala desa tewas dan tiga orang termasuk seorang polisi luka-luka akibat serangan separatis di wilayah bergolak Thailand selantan, kemarin.

Masole Sama-ae dan istrinya ditembak dua pria tak dikenal dengan satu pistol ketika mereka sedang bepergian ke kebun karet di distrik Cho-ai Rong, Provinsi Narathiwat pada Minggu pagi, kata polisi.

Pria berusia 48 tahun itu tewas dalam perjalanan ke rumah sakit dan istrinya, Rokiyoh, menderita patah kaki ketika sepeda motor yang mereka tumpangi menjatuhinya.

''Penembakan itu lebih banyak terkait dengan kekerasan yang sedang berlangsung di wilayah selatan dibanding alasan pribadi,'' kata seorang polisi lokal kepada AFP. Dia mengacu pada satu perlawanan yang terjadi di tiga provinsi wilayah paling selatan tempat mayoritas penduduknya beragama Islam di kerajaan Thailand yang umumnya rakyatnya beragama Buddha.(ant-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA